Kamis, 02 Januari 2014

iOS 7 melawan Android 4.3 Jelly Bean



Untuk membuat suatu sistem operasi menjadi yang terbaik tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan. Banyak hal harus diperhitungkan secara matang, setelah itu baru dibandingka dengan sistem operasi lain. Selama ini Android dikenal sebagai sistem operasi berbasis open source dimana keberadaannya lebih memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai proses tweak, dan kemudahan ini menjadikan Android banyak diadaptasi pada berbagai perangkat smartphone.

Sebaliknya pada iOS, sistem operasi buatan Apple ini lebgih mengutamakan eksklusifitas. Para pengguna iOS tidak dapat melakukan proses tweak dengan leluasa, namun Apple menjanjikan koleksi aplikasi yang berkualitas pada sistem operasi tertutup mereka. Keadaan ini tentu mengharuskan Apple mendesain iOS dengan baik, oleh karena itu kualitas iOS layak untuk menjadi kandidat sistem operasi terbaik saat ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika Android 4.3 dihadapkan dengan iOS 7? Siapakah yang berhak menyandang titel pengrembang sistem oerasi terbaik saat ini? Mari kita simak perbandingannya.

Android 4.3 dan iOS 7 sebagai kandidat sistem operasi terbaik saat ini memiliki konsep yang sama pada lock screen mereka, yakni minimalis. Tidak banyak yang dapat kita lihat pada lock screen keduanya sistem operasi ini. Layar utama pada iOS menunjukkan bahwa terdapat 24 icon yang dapat dimuat pada sebuah home screen, sementara Android hanya dapat menampung 20 saja.Hal ini tentu saja tidak terlalu merepotkan karena kita bisa saja menggolongkan berbagai aplikasi ke folder-folder spesifik. Untuk Anda pengguna iOS 7, berbahagialah karena dilengkapi dengan fitur folder yang tidak memiliki jumlah maksimal dari aplikasi yang dapat ditampung. Fitur folder pada Android hanya dapat memuat 16 aplikasi saja per foldernya.

Swipe ke arah atas pada iOS memberi kita tombol-tombol opsi seperti pengaturan brightness, mengontrol musik, mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, serta menggunakan flash pada kamera sebagai senter. Android pun memiliki hal yang serupa jika melakukan swipe ke arah bawah. Perbedaan yang paling signifikan adalah kemampuan untuk mengakses notifikasi maupun control center dari layar apapun, termasuk dari layar sebuah game full screen. Salah satu selisih fungsi yang cukup besar untuk memperebutkan posisi kursi sistem operasi terbaik tahun ini.

Android layak disebut sebagai sistem operasi terbaiksaat ini jika penilaiannya hanya didasarkan pada kemampuan kustomisasinya saja. Android masih merajai dengan berbagai widget, live wallpaper, dan launchers. Sementara itu, iOS sedang menyusul dengan kehadiran beberapa fitur tambahannya.

Pada Android, sedikit lebih unggul pada segi keyboard karena menawarkan ekstra ruang di antara hurufnya, serta kemampuan untuk memasukkan teks menggunkan mode swipe. Namun untuk urusan pengiriman pesan, iOS 7 masih unggul dengan fitur iMessagenya.Sayang fitur ini hanya dapat dimanfaatkan untuk sesama perangkat iOS.

Untuk urusan multitasking, kedua kandidat sistem operasi terbaik ini tidak jauh berbeda.iOS mengejar ketertinggalannya dengan menyediakan tampilan preview aplikasi, berbeda dengan versi sebelumnya yang hanya menggunakan icon.

Android dapat diklaim sebagai sistem operasi terbaik saat ini jika penilaiannya hanya tentang dukungan multiple user. Dengan adanya fitur ini, setiap pengguna Android dapat menjaga privasi dan akses ke beberapa aplikasi pada sebuah perangkat yang sama.

Analisis :
Sistem operasi terbaik saat ini masih diperebutkan oleh Android dan iOS, dan keduanya masih bersaing dengan ketat.iOS 7 memiliki Siri sebagai AI (Artificial Intelligence) asisten Anda, sedangkan Android 4.3 telah menggunakan Google Now untuk hal yang sama. Untuk urusan internet browser, iOS 7 ditunjang oleh Safari, sedangkan Android mengandalkan Chrome. Masalah pemetaan juga nyaris sama, iOS 7 menggunakan Apple Maps sedangkan Android 4.3 menggunakan Google Maps. Untuk masalah transfer data, Android membebaskan penggunanya untuk menghubungkan perangkat ke PC dan melakukan copy-paste, sedangkan iOS 7 membutuhkan software iTunes.

Antara Android 4.3 dan iOS 7 tentu saja masih belum dapat disimpulkan yang mana yang layak dinobatkan sebagai sistem operasi terbaik saat ini.Andoid unggul dengan kebebasan eksplorasinya, sedangkan iOS 7 unggul dalam eksklusifitas dan kualitasnya. Sebaiknya Anda menggunakan sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, karena sulit sekali untuk mencari sistem operasi mana yang lebih bagus dari yang lain. [BAM]

Sumber :
http://portal.paseban.com/review/126962/sistem-operasi-terbaik-2013
http://endahtriwulandari.blogspot.com/2013/11/ios-7-vs-android-43-jelly-bean.html

Perkembangan Aplikasi Instant Messaging



Saat ini, aplikasi-aplikasi instant messaging atau mobile messenger sangat digandrungi oleh penduduk dunia, termasuk di Indonesia. Masyarakat yang sebagian besar sudah menggunakan smartphone tentu saja menggunakan aplikasi-aplikasi ini sebagai sarana untuk mempermudah komunikasi. Tak mengherankan, penggunaan aplikasi instant messaging atau mobile messenger kini sudah mengalahkan popularitas SMS. Menurut data perusahaan riset Informa, enam aplikasi berkirim pesan populer, termasuk WhatsApp, iMessage, BlackBerry Messenger, Viber, Nimbuzz, dan Kakao Talk, rata-rata mengirimkan dan menerima 19 miliar pesan per hari pada tahun 2012 lalu. Sementara jumlah SMS diperkirakan hanya mencapai 17,6 miliar per hari.

      Angka-angka ini dihasilkan Informa melalui studi terhadap enam aplikasi pesan: WhatsApp, BlackBerry Messenger, Viber, Nimbuzz, iMessage, dan KakaoTalk. Pada akhir 2012 lalu, diperkirakan terdapat total 586,3 juta pengguna dari keenam aplikasi tersebut dengan rata-rata pengguna mengirimkan 32,6 pesan per hari. Secara kontras, pengguna SMS justru diperkirakan mencapai angka 3,5 miliar pengguna, namun rata-rata hanya mengirimkan 5 pesan per hari.
Tentunya, angka-angka ini sangat mungkin berbeda dengan kenyataan di lapangan. Hal ini utamanya mengingat beberapa aplikasi instant messenger yang  cukup populer seperti Facebook Messenger, Line, atau TenCent (aplikasi lokal yang sangat populer di Cina) belum termasuk dalam perhitungan studi Informa tersebut.

       Di umurnya yang sudah menginjak 20 tahun pada 2012 lalu, nampaknya semakin nyata terlihat bahwa SMS terus tergerus oleh berbagai aplikasi instant messenger yang kebanyakan bahkan belum mencapai usia 5 tahun. Ditambah dengan faktor penetrasi smartphone yang semakin cepat.
Tahun ini, diperkirakan jumlah pesan yang dikirimkan melalui aplikasi messenger akan mencapai 50 miliar, bandingkan dengan SMS yang hanya 21 miliar. Meskipun lebih sedikit penggunaan pesan teks atau SMS akan mengurangi biaya data operator, aplikasi messenger sebenarnya tidak menambah pendapatan mereka juga. Menurut riset Ovum, aplikasi berkirim pesan akan memangkas pendapatan operator global sebesar US$32.6 miliar di tahun 2013, dan akan meningkat hingga US$86 miliar pada tahun 2020.

     Dalam perhitungan yang dilakukan oleh Portio Research, ditampilkan bahwa meskipun melambat jumlah pengiriman SMS masih akan bertambah setiap tahunnya. Hal itu akan berlangsung hingga tahun 2015. Di tahun 2016, atau empat tahun dari sekarang, jumlah pengiriman SMS akan mulai menurun. Tahun ini Portio Research menghitung bahwa total SMS yang dikirimkan di seluruh dunia mencapai angka 8,6 triliun, sementara tahun 2016 diperkirakan jumlahnya mencapai 9.5 triliun.
Di Indonesia sendiri, SMS tetap menjadi media pengiriman pesan yang populer dengan harga yang relatif semakin terjangkau, dengan harga di kisaran Rp 125-150 per SMS. Dengan masih mendominasinya feature phones ketimbang smartphone, SMS masih belum akan pudar dalam waktu cepat.

       Kembali ke mobile messenger. Mungkin tak banyak dari kita yang mengetahui cikal bakal aplikasi messenger. Dimulai pada tahun 1970 ketika aplikasi instant messenger muncul dalam sistem operasi multi-user seperti UNIX. Dengan tujuan awal memudahkan komunikasi antarpengguna yang sama, terus mengalami perkembangan dalam jaringan lokal hingga jaringan internet. Sebagian pengguna memanfaatkan peer to peer protokol dan ada juga yang menggunakannya sebagai penghubung ke sebuah server.

        Pada medio 1980-an, muncul pesan online yang saat itu dikenal dengan on-line messages (OLM) sebagai layanan online dari Quantum Link bagi pengguna komputer Commodore 64 berupa layanan pesan antarpenggunanya. Aplikasi yang mirip juga ditawarkan oleh Amerika Online lewat AOL Instant Messages yang populer dengan sebutan AIM. Sejak saat itu, perkembangan instant messenger tumbuh pesat dengan munculnya aplikasi serupa dari Yahoo, MSN, Excite, Ubique, IBM, Skype, BlackBerry, dan lainnya dengan protokol kepemilikan dan client yang dimiliki sendiri.
Sebuah aplikasi open-source dan protokol open standards-based, Jabber, telah diluncurkan pada tahun 2000. Sebagai gateway untuk protokol IM lainnya, Jabber mampu mengurangi kebutuhan berbagai client. Terbukti modern multi-protocol clients seperti Gaim, Trillian, Adium dan Miranda dapat menggunakan multiprotokol IM tanpa server gateway.
      Tingginya arus komunikasi  menyebabkan pertukaran informasi dalam bentuk chatting (percakapan) dan sharing (berbagi informasi) semakin maju.  Perkembangan social media seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya, saat ini mengarah pada kondisi yang stagnan dan mulai tersisihkan oleh fenomena Mobile Messenger. Belakangan ini, sejumlah layanan instant messenger juga sudah mulai menyediakan layanan video conference, Voice Over IP (VoIP), dan web conferencing. Biayanya pun semakin murah, bahkan dengan tambahan layanan gratis yang melimpah. Penggunaan SMS (short message service) pun semakin tergerus. Tak heran jika terjadi perang bonus sms antarprovider.

      Mobile Messenger atau Instant Messaging mulai populer sejak tahun 2007-2008, yang pada waktu itu terkenal dengan Mirc, Mig33, E-Buddy, Nimbuzz ataupun Yahoo Messenger. Namun dengan seiring waktu dan kemunculan Blackberry Messenger (BBM) dan tentunya social media, aplikasi-aplikasi tadi  mulai berkurang penggunaanya dan menjadi tidak popular lagi. Fenomena BBM mengalami peningkatan tajam di dunia, dan khususnya di Indonesia, fitur BBM yang dimiliki oleh smartphone Blackberry membawa keunggulan tersendiri dari vendor untuk meningkatkan penjualan ponselnya. Saat ini dapat kita lihat bahwa perkembangan pilihan dari Mobile Messenger dengan adanya persaingan smartphone semakin berkembang, kemunculan aplikasi mobile messenger seperti Whatsapp, Line, KakaoTalk dan WeChat dengan penggunaan nomor telepon pribadi menyebabkan arus komunikasi perpesanan dengan menggunakan aplikasi mobile messenger selain pesan text terus berkembang.
Aplikasi tersebut disediakan oleh beberapa vendor yang dijual dan dapat diunduh secara gratis pada smartphone baik android, nokia, blackberry, iphone, windowsphone, dll. Secara gratis, gratis disini diartikan bahwa untuk mengunduh dan menjalankan aplikasi pengguna tidak perlu membayar , akan tetapi ada bebrapa konten yang dapat dibeli oleh pengguna untuk memenuhi selera dan kebutuhan masing-masing.
Beberapa faktor mengapa aplikasi mobile messenger begitu populer adalah :

    User friendly, setelah kita mengunduh aplikasi tersebut kita bisa langsung menggunakannya dengan memasukan nomor kita dan menunggu SMS verifikasi dan setelah itu bisa langsung digunakan. Tidak seperti Facebook atau twitter yang harus login dulu.
    Banyaknya Fitur yang bisa membuat kita terhubung dengan artis favorit kita baik dalam negeri atau luar negeri khususnya para artis K-Pop yang lagi ngehits sekarang ini, seperti Line dan Kakaotalk mempunyai fitur Official Account dari berbagai artis dari dalam atau luar negeri. Misal dengan KakaoTalk sampai mengundang BigBang untuk datang ke Indonesia untuk promosi. Banyak fitur yang terlihat ”biasa” namun disegarkan kembali misal WeChat sangat populer dengan fitur yang disebut walkie talkie. Fitur tersebut mengajak pengguna WeChat aktif mengirim pesan suara, seolah-olah menjadikan ponselnya sebagai ”walkie talkie”. Adanya fitur yang mirip social media, misal Line yang mempunyai fitur Jadwal dan WeChat yang mempunyai fitur moment sehingga kita bisa berbagi status dan saling mengkomentari satu dengan lainnya.
    Terkoneksi Dengan Game, Line dan Kakao Talk mempunyai koneksi dengan berbagai game  yang menarik dan serunya kita bisa mengajak teman-teman kita  untuk sharing skor yang kita dapatkan.
    Emoticons baru dalam berkomunikasi, seperti Sticker Line, Emoji, membuat kita semakin berekspresi dalam berkomunikasi. Bahkan sticker di KakaoTalk dapat bergerak yang membuatnya semakin asyik, ada bernbagai bentuk seperti Kelinci dan Beruang di Line yang bernama Brown dan Connie.
    Group, yang paling penting dari itu semua adalah kita bisa bicara dan menyebar informasi dalam grup-grup yang kita buat, dengan demikian kita bisa berbagi informasi dan berkomunikasi dengan lebih mudah dan menyenangkan. bahkan Whatsapp sekarang bisa membuat grup dengan kapasitas 50 orang/nomor yang berbeda.


ANALISIS :

Saat ini, kehidupan masyarakat modern yang mobile membutuhkan alat komunikasi yang bisa mengimbangi kegiatan mereka yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. IM (Instant Messaging) adalah salah satu alternatif komunikasi yang banyak dipilih, pengguna IM walaupun mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa, tetapi tidak sedikit pula anak-anak dan orang tua juga ikut menggunakan jalur komunikasi ini dalam kehidupan sosial mereka. Untuk mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat, para pengembang aplikasi terus berusaha mengembangkan fitur yang ada di dalam aplikasi IM mereka.
Saya sendiri pun setuju dengan berkembangnya keberadaan Instant Messaging atau Mobile Mesanger, karena sangat membantu dan mempermudah user. Setiap kejadian pasti melahirkan dampaknya masing-masing, baik itu positif maupun negatif.
Sisi positif sepertinya akan banyak berpihak di sisi user karena tidak dipungkiri dengan hadirnya Instant Messaging, kita jadi bisa berhubungan dengan lebih banyak orang lagi. Setiap orang tua bisa menghubungi anak-anaknya yang tanpa batas. Hubungan antarmanusia menjadi lebih dekat. Serba dimudahkan oleh Mobile Messenger.
Sedangkan untuk sisi negatifnya menurut saya, apabila semakin banyak masyarakat yang menggunakan IM untuk alat komunikasinya maka akan semakin memberikan jalan kepada bentuk masyarakat yang anti-sosial.

   


SUMBER :


Apple Rilis iPhone Berlayar Besar Mei 2014



Beberapa hari yang lalu, beredar kabar bahwa Tim Cook telah mengatakan kepada para karyawannya bahwa Apple memiliki beberapa ''rencana besar'' di tahun 2014 mendatang. Kabar tersebut merupakan bocoran dari sebuah memo yang ditulis oleh sang CEO untuk para karyawannya. Diperkirakan bahwa rencana besar tersebut terkait dengan produk-produk baru Apple di tahun depan.
Perkiraan tersebut diperkuat dengan beredar sebuah bocoran baru yang menyatakan bahwa Apple sedang mempersiapkan iPhone generasi selanjutnya dengan ukuran layar yang lebih besar. iPhone generasi terbaru ini rencananya akan segera dirilis pada bulan Mei 2014 mendatang.
Anda tertarik dengan iPhone dengan layar yang lebih besar?
via neowin
 
Analisis : 
hal ini sangat bagus karena dengan banyaknya produk – produk apple yang akan keluar tentu akan menambah semangat para penggila gadget.

Sumber :
http://id.berita.yahoo.com/apple-akan-rilis-iphone-berlayar-besar-pada-mei-074804819.html