Selasa, 02 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI


KONSEP DAN DEFINISI

Menurut tylor (1871) budaya adalah sekumpulan pengetahuan kepercayaan ,seni , moral,hukum,adat dan kapabilitas serta kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu , definisi ini lalu berkembang lebih lanjut dalam ilmu sosiologi . bahkan ilmu sosiologilah yang kemudian secara luas menggunakan kata ini untuk menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi dalam sebuah kelompok masyarakat atau komunitas tertentu
Dalam ilmu sosiologi , budaya diterjemahkan sebagai kumpulan simbol ,mitos, dan ritual yang penting dalam memanggil atasannya dengan nama belakang sedangkan diindonesia  anggota organisasi biasanya memanggil atasannya dengan awalan “pak”
Budaya organisasi dapat ditelusuri secara langsung kepada variabel variabel yang berhubungan secara struktural ,kini kita dapat berpindah pada pembahasan fungsi budaya organisasi budaya dalam organisasi , diantaranya sebagai berikut
Pengikat organisasi (organization binder):
Budaya organisasi berfungsi sebagai pengikat seluruh komponen organisasi terutama pada saat organisasi menghadapi goncangan baik dari dalam ataupun luar akibat adanya perubahan . organisasi yang mempunyai budaya yang kuat akan mampu bertahan dan keluar dari bdadai yang menghantam karena mampu memanfaatkan budaya sebagai penguat bagi organisasi untuk menghadapi beragam hambatan yang menghadang
Integrator  :
 budaya organisasi merupakan alat untuk menyatukan beragam sifat dan karakter serta bakat dan kemampuan yang beragam yang ada dalam organisasi
Identitas organisasi :
Budaya organisasi merupakan salah satu dari identitas organisasi tersebut .sebagai contoh adalah The Jakarta Consulting Group sendiri . Logo dari The Jakarta Consulting Group adalah orang memanah yang melambangkan kecepatan dan ketepatan ini berarti The Jakarta Consulting Group memiliki identitas organisasi yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan
Energi untuk mencapai kinerja yang tinggi :
Fungsi budaya organisasi sebagai suntikan energi untuk mencapai kinerja yang tinggi salah satu kredo yang The Jakarta Consulting Group pegang adalah bekerja dalam tim . hal ini kami percayai sebagai suntikan energi untuk menghasilkan hasil (output) yang cepat dan berkualitas . sebab kemampuan dan bakat setiap orang berbeda
Ciri kualitas (sign of quality):
Budaya organisasi merupakan representasi dari ciri kualitas yang berlaku dalam organisasi tersebut . kita ambil contoh dengan budaya bekerja di The Jakarta Consulting Group sendiri . telah disebutkan diatas bahwa budaya organisasi yang bekerja di The Jakarta Consulting Group dilakukan secara cepat dan tepat , dalam artian hasilnya cepat terlihat dan kualitasnya terjaga baik
Motivator  :
Budaya organisasi juga merupakan pemberi semangat bagi para anggota organisasi . budaya yang kuat akan menjadi motivator yang kuat bagi para anggota organisasinya untuk selalu mengedepankan mutu dan kebersihan restorannya . tercermin dari penerapan sistem saji 60 detik dan penjagaan kebersihan restoran dengan membersihkan kaca setiap hari dan mengepel lantai dalam jangka waktu tertentu
Pedoman gaya kepemimpinan :
Budaya organisasi yang telah mengakar kuat dapat menjadi pedoman gaya kepempimpinan yang sesuai untuk kondisi organisasi yang bersangkutan . acap kali sebuah perubahan baik itu yang disengaja ataupun tidak membawa sebuah pandangan baru tentang kepemimpinan . pemimpin dikatakan berhasil apabila mampu membawa anggota organisasi keluar dari polemik krisis akibat perubahan yang terjadi
Value enhancer :
Salah satu fungsi organisasi adalah untuk meningkatkan nilai dari para stakeholdernya ini berarti peningkatan nilai baik untuk para anggota organisasi juga bagi pelanggan , pemasok, dan pihak pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut , budaya organisasi yang kuat dan meresap akan kuat dalam setiap anggota organisasi akan menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan nilai bagi para anggota ,pelanggan , pemasok dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut

TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

Secara umum budaya organisasi terpilah menjadi dua kutub besar : budaya entreprenuer dan budaya administratif . pemahaman dua klasifikasi dasar budaya organisasi ini akan menuntun kearah pemahaman budaya organisasi secara lebih baik
Dalam jenisnya entrepreaneur dalam setiap aktivitasnya selalu memfokuskan pada peluang peluang baru . hal ini tercermin dalam jiwa kewiraswastaan yang selalu menganggap bahwa dengan menemukan dan memanfaatkan peluang peluang baru tersebut perusahaan akan selalu survive dan terdorong untuk selalu berusaha mencapai sasaran yang berbeda beda dari satu periode ke periode berikutnya . karenanya kegiatan operasional yang terjadi dalam perusahaan sangat dinamis dan membutuhkan sumberdaya manusia yang cepat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan internal maupun eksternal . perusahaan akan berusaha memenuhi sarana yang dibutuhkan untuk merealisasikan kegiatan dalam upaya meraih kesuksesan dari peluang baru itu
Perusahaan yang memiliki budaya administratif bertolak belakang dari budaya entrepreneuer , aktivitas yang dilakukan lebih memfokuskan pada peluang peluang yang sudah ada budaya administratif ini memandang bahwa peluang yang diperoleh harusnya terus dipertahankan , karena investasi yang ditanamkan sangat besar , konsekuensinya logisnya perusahaan membutuhkan prosedure pengendalian yang cukup ketat untuk mempertahankan peluang yang sudah diperoleh ini dinamika budaya administratif tidak sedinamis budaya entrepreneur . struktur organisasi juga dengan disesuaikan aktivitas usaha perusahaan yang menganut budaya administratif ini
Tipologi lain yang dikemukaan oleh deal dan kennedy yang memilah budaya organisasi ke dalam empat kategori budaya berdasarkan dua faktor utama yaitu :
·         Derajat resiko dalam kegiatan bisnis
·         Kecepatan perusahaan atau manajemen dalam mendapatkan umpan balik atas keputusan atau strategi
Keempat kategori budaya tersebut adalah :
·         The Tough-guy , Macho Culture
·         The Work Hard Culture
·         The Bet-Your Company Culture
·         The Process Culture
Masing-masing kategori budaya tersebut akan dijabarkan menurut beberapa unsur penting yang ada seperti
·         Derajat resiko dalam kegiatan usaha
·         Tipe umpan balik yang diperoleh dari setiap keputusan
·         Tipe perusahaan yang menggunakan budaya tersebut
·         Perilaku yang ditunjukan oleh tokoh panutan dalam budaya tersebut
·         Kekuatan sumber daya manusia
·         Kelemahan sumber daya manusia
·         Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh tokoh panutan
Uraian selengkapnya dapat dilihat dalam uraian berikut
The Tough-Guy , Macho Culture
Budaya organisasi kategori ini pada dasarnya memiliki beberapa unsur yang meliputi

a.       Derajat resiko kegiatan usaha                        
Tinggi
b.      Jenis umpan balik yang diperoleh      
Cepat
c.       Tipe perusahaan                                 
Konstruksi,kosmetik
d.      Perilaku tokoh panutan                                  
- memiliki sikap yang tegas
-sangat individualis
-dapat mentolelir semua atau tidak sama sekali terhadap resiko
-percaya pada hal-hal takhayul
e.       Kekuatan sumber daya manusia        
Dapat menyelesaikan tugas dalam waktu singkat dan beroreientasi pada jumlah yang relatif kecil
f.       Kelemahan SDM
-tidak belajar dari kesalahan sebelumnya ,
-sifat kerja sama diabaikan
-segala sesuatu berorientasi pada jangka pendek
g.      Kebiasaan kebiasaan tokoh panutan
-modis tinggal didaerah elite
-suka olahraga yang perorangan
-senang berinteraksi secara verbal dari satu orang ke orang lain.

daftar pustaka : the Jakarta Consulting Group, Corporate & Organization Culture : the Concept, 531hal.


Sabtu, 08 Juni 2013

Imbalan hukuman dalam organisasi


Definisi imbalan dibagi menjadi dua:
  •       Imbalan intrinsik

Adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyesalan, prestasi, otonomi, dan pertumbuhan.
  •        Imbalan ekstrinsik


Adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut  mencakup uang, status, promosi, dan rasa hormat.
Definisi hukuman.
Adalah pemberian seatu kejadian atau tindakan yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya, hukuman didasarkan atas moral bahwa tindakan yang menyakitkan dan harus dihindarkan.
                ( Edward E.Lawler III, 1977:163-226 )

Dampak imbalan dan hukuman pada kinerja organisasi
Dampak imbalan pada kinerja organisasi:
  • Menarik karyawan atau orang yang berkualitas untuk bergabung dengan organisasi;
  •  Mempertahankan karyawan agar tetap bekerja dengan baik;
  •  Memotifasi karyawan untuk mencapai prestasi yang tinggi.


Dampak hukuman pada kinerja organisasi:
  •   Penentuan waktu

Merupaka n hal yang penting, hukuman dapat dilaksanakan selama timbulnya tanggapan yang perlu di hukum atau beberapa  waktu kemudian dari tanggapan.
  •      Intensitas

Hukman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak disukai itu relatif kuat, maksudnya bahwa hukuman tersebut dapat menghalangi perilaku yang umumnya disukai karena tindakan tersebut terlalu keras.
  •    Penjadwalan

Hukuman tergantung dari penjadwalan, maksudnya bahwa hukuman menjadi efektif bila dilaksanakan berdasarkan jadwal berlanjut.
  •   Kejelasan alasan

Memberikan secara pasti tentang hal hal apa yang tidak boleh dilakukan kepada orang yang bersangkutan.
  •   Tidak bersifat pribadi

Hukuman harus ditunjukan pada suatu tanggapan khusus, hukuman ini kemungkinannya kecil bahwa orang yang dihukum mengalami dampak emosionil sampingan yang tidak diharapkan atau timbul kerenggangan hubungan permanen dengan manager.
                ( E.L. Thorndike, 1883:39 )

Jumat, 03 Mei 2013

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


DEFINISI
                Pengambilan keputusan sebagai bagian kunci kegiatan manajer, merupakan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih dimana hal ini mencerminkan alternatif tindakan terbaik bagi penyelesaian masalah.
(Herbert A. Simon, Harper & row Publisher,Inc., New York, 1960)
                Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai pemilihan di antara berbagai aternatif mencakup pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Pengambilan keputusan berkaitan erat dengan semua fungsi-fungsi manajemen tradisional. Pengambilan keputusan dalam organisasi sepenuhnya merupakan penerapan teknik-teknik untuk penyempitan pilihan.
(Chester I. Barnard, OP.Cit.,)
JENIS-JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
                Jenis-jenis pengambilan keputusan, sarana hasil akhir (means – ends) adalah definisi rasionalitas yang paling sering digunakan dalam pengambilan keputusan. Bila sarana-sarana / peralatan dipilih secara tepat untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan, keputusan dikatakan rasional.
·         Keputusan rasional objektif        : keputusan dapat memaksimumkan nilai tertentu dalam situasi tertentu;
·         Keputusan rasional subyektif     : keputusan memaksimumkan perolehan relative pengetahuan akan subjektif tertentu;
·         Keputusan rasional sadar             : keputusan dimana berbagai penyesuaian sarana terhadap hasil akhir merupakan proses yang dilakukan dengan sadar;
·         Keputusan rasional sengaja         : penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu / organisasi.
(Ibid)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
                Masalah-masalah yang muncul dalam pengambilan keputusan biasa terjadi di organisasi modern yaitu kreativitas, motivasi, dan penerimaan. Sehingga manajer harus memerlukan teknik-teknik dan bukan hanya perhitungan, teknik kuantitatif meskipun mungkin memberikan derajat rasionalisasi dan bantuan tertentu kepada pembuat keputusan akan menyebabkan hasil yang tidak efektif dan/atau salah arah.
Teknik-teknik pengambilan keputusan :
1.       Teknik Kreatif
Pendekatan mencoba untuk memanfaatkan semua hal yang tersedia untuk membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif. Empat pedoman sebagai alat bantu stimulasi kreativitas :
·         Hambatan psikologis seperti rintangan, budaya, dan persepsual;
·         Kestabilan atribut-atribut;
·         Penemuan yang tidak disengaja;
·         Computer yang menjadi perangkap otak dalam proses kreativitas.

2.       Teknik Brainstormings
Teknik yang dikembangkan Alex F. Osborn membantu memacu gagasan-gagasan kreatif dalam bidang periklanan. Teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreativitas maksimum dari kelompok. Gagasan yang dilontarkan bias disebut “liar” dan tidak praktis.

3.       Teknik Synectics
Teknik yang dikembangkan William J. Gordon mempunyai nilai potensial lebih besar sebagai teknik kreatif.
Teknik ini mencakup dua tahap dasar :
·         Membuat yang aneh menjadi lazim;
·         Membuat yang lazim menjadi aneh.
Untuk mengimplementasikan synectics membutuhkan seleksi hati-hati terhadap kemampuan personalia teknik ini membutuhkan waktu lama dan juga modal.

Komunikasi dalam Organisasi


DEFINISI
Dapat dipandang dari berbagai prespektif tergantung latar belakang dan kepentingan para peneliti,elemen elemen dan karateristik yang ditekankan dalam pembahasan yang bervariasi organisasi menyangkut penginterasian dan penyusunan kegiatan.kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan           Organisasi tanpa komunikasi / struktur kepempimpinan/aturan akan menjadi kumpulan orang orang dan mesin mesin yang tidak teratur , maka dari itu komunikasi dibutuhka sebagai contoh yaitu kepempimpinan yang guna untuk memotivasi dan mendorong setiap anggota untuk mencapai suatu tujuan yang antusias dengan penelitian,pengorganisasian serta perencanaan yang matang dan terarah (keith davis,mcgraw-hill,newyork,1952
JENIS-JENIS PROSES ORGANISASI
Jeis proses/model stuktur  organisasi merupakan  perwujudan yang menunjukan hbungan diantara fungsi fungsi dalam suatu organisasi serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota yang menjalankan tugas , model struktur yang dikenal sebagai berikut:
1.)    Model Tradisional
Bentuk umum model tradisional seperti piramida dengan tingkatan-tingkatan seperti karyawan operasinal yang berada dibagian paling bawah serta ditingkat atasnya /managemen lini pertama ada pengawas dan supervisor lalu ditingkat berikutnya/managemen menengah ada kepala bagian dan manager fungsional/divisi kemudian ditingkat paling atas / managemen puncak ada manager umum dan direktur .
Bentuk modal struktur tradisional ini berbeda dengan perusahaan padat karya ataupun padat modal sebab semua hasil keputusan berada pada kekuasaan bagian paling tinggi namun procedure lainnya sesuai dengan organisasi /modal lan . keuntungan model tradisional yaitu keuangan stabil dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya dapat diperkirakan
2.)    Model Hubungan Manusiawi
Model ini tidak mengalami perubahan mendasar dalam struktur formalnya dibandingkan model tradisional . model hubunga manusiawi diterima konsep spesialisasi,rutinisasi,dan pemisahan perencanaan dari pelaksanaan sebagai karakteristik utama organisasi yang efektif
Model manusiawi mengandung perhatian managemen akan adanya”struktur formal” yang ada diseluruh elemen elemen organisasi yang dianggap berasal dari status,bentuk bentuk ikatan dan hubunga hubungan terlepas dari penjabaran deskripsi posisi formal serta kebutuhan-kebutuhan social mereka mendesak system menjadi konstan
Model ini mengusulkan berbgai macam penyesuaian,teknik teknik dan perilaku perilaku struktur ‘offline’
a.)    model hubungan manusiawi memberikan wewenangmanajer untuk mempergunakan kemampuan kepempinannya mengurangi friksi friksi diantara orang orang dan jabatan jabatan mereka dalam berorganisasi
b.)    memanfaatkan organisasi informal dalam departemennya yang menunjukan bahwa ia memberikan tanggapan mendukung dan tidak menentang manager disarankan untuk mengenal dan menaruh kepercayaan serta memanfaatkan komunikasi
c.)     teknik yang biasanya dibawah kewenangan departemen personalia yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota organisasi .dalam artian kesempatan para anggota untuk berpartisipasi dengan jalan organisasi . peningkatan fleksibilitas untuk mengurangi konflik dan mengendurkan ketegangan

3.)    Sumber Daya Manusia
Model ini abstrak namun jelas , model ini berpendapat bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari pengarahan dan pengendalian diri yang lebih kreatif dari pada pekerjaan mereka sekarang .konsep model ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik didalam maupun diantara posisi . posisi yang berinteraksi yang mengharuskan organisasi mempunyai :
a.)    suatu tujuan  yang  sudah disepakati bersama;
b.)    jalur untuk memperoleh sumber informasi yang relevan;
c.)     kemempuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi dengan keputusan tujuan yang efisien.
‘Fungsi anggota adalah sepenuhnya’.
(Rensis Likert , McGraw-Hill,New York,1967)
IMPLIKASI MANAGERIAL
Pengaruh organisasi informal pada organisasi formal , secara tradisional manager memandang organisasi informal sebagai pengganggu organisasi formal namun pendapat itu tidak benar sepenuhnya
Manfaat organisasi informal secara garis besar
1.)    dukungan terhadap tujuan organisasi
2.)    alat komunikasi tambahan
3.)    alat pemuas kebutuhan social
4.)    membantu manajer yang kurang mampu
Disfunction/peran salah organisasi informal
1.)    desas desus;
2.)    penolakan terhadap perubahan;
3.)    penyesuaian terhadap kelompok.
Manager akan melakukan hal sia sia bila dia menolak dan menghapuskan organisasi informal karena ini akan menimbulkan konflik yang terus menerus , jadi organisasi informal bukan dimaksudkan untuk berperan dominan dalam suatu organisasi tetapi yang penting bagi manajer adalah mengusahakan agar organisasi informal dan formal dapat bekerja sama . organisasi formal lebih memusatkan perhatian pada upaya untuk memelihara kesatuan agar tercapai tujuan organisasi dan organisasi informal memberikan kepaduan , kerja sama dan kepuasan social bagi para anggota organisasi. 

Sabtu, 05 Mei 2012

KEBUDAYAAN DAERAH MENJADI UNSUR KEBUDAYAAN NASIONAL


Kebudayaan nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.
Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencermikan nilai-nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.[2]
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional. [3]
Kebudayaan daerah
Seluruh kebudayaan daerah yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.
sumber  :
mbois.info/macam-macam-kebudayaan-indonesia/

KEBUDAYAAN DAERAH MERUPAKAN KEBUDAYAAN NASIONAL


Kebudayaan daerah diartikan sebagai kebudayaan yang khas yang terdapat pada wilayah tersebut. Kebudayaan daerah di Indonesia di Indonesia sangatlah beragam. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan daerah sama dengan konsep suku bangsa. Suatu kebudayaan tidak terlepas dari pola kegiatan masyarakat. Keragaman budaya daerah bergantung pada faktor geografis. Semakin besar wilayahnya, maka makin komplek perbedaan kebudayaan satu dengan yang lain. Jika kita melihat dari ujung pulau Sumatera sampai ke pulau Irian tercatat sekitar 300 suku bangsa dengan bahasa, adat-istiadat, dan agama yang berbeda.

Konsep Suku Bangsa / Kebudayaan Daerah. Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai komunitas desa, sebagai kota, sebagai kelompok kekerabatan, atau kelompok adat yang lain, bisa menampilkan suatu corak khas yang terutama terlihat orang luar yang bukan warga masyarakat bersangkutan. Sebaliknya, terhadap kebudayaan tetangganya, ia dapat melihat corak khasnya, terutama unsur-unsur yang berbeda menyolok dengan kebudayaannya sendiri. Pola khas tersebut berupa wujud sistem sosial dan sistem kebendaan. Pola khas dari suatu kebudayaan bisa tampil karena kebudayaan itu menghasilkan suatu unsur yang kecil berupa berupa suatu unsur kebudayaan fisik dengan bentuk yang khusus yang tidak terdapat pada kebudayaan lain.

Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan perbedaan-perbedaan kebudayaan, yang tercermin pada pola dan gaya hidup masing-masing. Menurut Clifford Geertz, di Indonesia terdapat 300 suku bangsa dan menggunakan kurang lebih 250 bahasa daerah. Akan tetapi apabila ditelusuri, maka sesungguhnya berasal dari rumpun bahasa Melayu Austronesia. Kriteria yang menentukan batas-batas dari masyarakat suku bangsa yang menjadi pokok dan lokasi nyata suatu uraian tentang kebudayaan daerah atau suku bangsa (etnografi) adalah sebagai berikut:

· Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih.

· Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas penduduk sendiri.

· Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh wilayah geografis (wilayah secara fisik)

· Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologis.

· Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mempunyai pengalaman sejarah yang sama.

· Kesatuan penduduk yang interaksi di antara mereka sangat dalam.

· Kesatuan masyarakat dengan sistem sosial yang seragam.

Kebudayaan Nasional. Menurut pandangan Ki Hajar Dewantara tentang kebudayaan nasional yang katanya “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Faham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, bahasa nasional. Sebelum Sumpah Pemuda (1928), Indonesia terdiri dari macam-macam “bangsa” yang sebenarnya hanya ditingkat suku bangsa. Setelah itu secara berangsur makin kuat rasa kebangsaan Indonesia (Indonesia Raya), sehingga waktu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945), sudah dinyatakan bahwa proklamasi tersebut dilakukan atas nama bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta.

Koentjaraningrat menyebutkannya “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”.pengertian yang dimaksudkan itu sebenarnya lebih berarti, bahwa puncak-puncak kebudayaan daerah atau kebudayaan suku bangsa yang bermutu tinggi dan menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia bila ditampilkan untuk mewakili negara (nation). Misalnya: tari Bali, di samping orang Indonesia merasa bangga karena tari itu dikagumi di negeri, seluruh dunia juga mengetahuinya. Bali itu letaknya di Indonesia jadi kesenian itu dari Indonesia. Dalam hal ini juga berlaku bagi cabang-cabang kesenian lain bagi berbagai suku bangsa di Indonesia.

Budaya bangsa terbentuk dari unsur – unsur masyarakat yang terdiri dari berbagai macam jenisnya. Baik dari musik, tarian, lukisan, pakaian, norma dan masih banyak lagi. Walaupun pada dasarnya budaya – budaya yang ada di Indonesia adalah adaptasi dari budaya – budaya Negara asing yang pernah singgah di Indonesia (seperti Arab, hindu, tionghoa dan lain - lainnya). Tetapi budaya – budaya daerah yang ada di Indonesia murni milik Indonesia yang wajib kita lindungi. Karena pada dasarnya dengan adanya kebudayaan – kebudayaan daerah yang bermacam – macam itu maka terbentuk lah budaya nasional. Bisa di bilang budaya nasional terbentuk karena adanya budaya – budaya daerah.

Namun karena munculnya era globalisasi, dan datangnya kebudayaan – kebudayaan luar dari berbagai macam penjuru dengan bentuk – bentuk yang unik dan telah di transformasikan menjadi modern. Sehingga membuat banyak pemuda – pemuda penerus bangsa yang lebih menyukai segala hal yang bersifat modern ataupun budaya – budaya luar yang bersifat modern.

Hal ini menjadikan budaya – budaya daerah banyak yang mulai menghilang bahkan memudar. Banyak nya budaya – budaya luar yang masuk  maupun perkembangan teknologi yang semakin maju tentu penyebab terbesar budaya – budaya daerah mulai di lupakan selain karena ketidak tertarikan anak muda Indonesia terhadap budaya – budaya tersebut. Ini merupakan suatu masalah juga merupakan tantangan terhadap penerus – penerus bangsa agar bisa mempertahankan kebudayaan – budaya daerah sebelum kebudayaan tersebut mulai di curi oleh Negara – Negara yang tidak bertanggung jawab.

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak muda penerus bangsa untuk membantu mempertahankan keberadaan budaya daerah yang merupakan simbol utama kebudayaan nasional. Kekhawatiran sudah mulai muncul dari berbagai pihak yang takut akan hilangnya kebudayaan daerah. Karena anak – anak muda pun sekarang lebih sering menggunakan bahasa inggris yang di anggap lebih modern atau lebih gaul di bandingkan bahasa Indonesia. Perkembangan IPTEK pun membuat orang – orang lebih memilih modernisasi di bandingkan dengan kebudayaan yang di anggap kuno. Masa depan (modernisasi)memang baik, tapi yang terbaik ialah jika kita dapat menggandeng keduanya, baik masa depan maupun masa lalu untuk menghadapi era global seperti ini.

Pada dasarnya kebudayaan di indonesia sangatlah unik dan beragam. Dan berbagai  daerah kini bersaing untuk menampilkan bahwa kebudayaan daerahnya baik dan layak untuk diikuti. Dan hal ini yang patut kita ikuti untuk menampilkan budaya daerah di muka umum dan diakui secara nasional. Ada banyak budaya yang belum ditampilkan sebagai budaya nasional dan beberapa kebudayaan tersebut ada sebagian yang belum kita kenali dan disinilah peran dari masyarakat tersebut untuk memperkenalkan budaya daerah itu menjadi budaya nasional yang digemari banyak orang. Dan kebudayaan yang terdapat didaerah merupakan kebudayaan yang dimiliki suatu negara tersebut.

Sumber  :
http://redu4nebarkaoi.wordpress.com/2008/05/07/kebudayaan-daerah-dan-kebudayaan-nasional/
http://dwi-handayani.blogspot.com/2012/03/kebudayaan-daerah-merupakan-sumber.html
http://jangandibuka.weebly.com/peran-budaya-daerah-memperkokoh-ketahanan-budaya-nasional.html

Jumat, 23 Maret 2012

URL

Pengertian URL (Uniform Resource Locator) adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. URL pertama kali diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya.
URL adalah singkatan dari Uniform Resource Locators yang berarti suatu “pathname” untuk mengidentifikasi sebuah dokumen di web. Didalam URL terdapat informasi nama mesin/host (dalam hal ini komputer) yang akan diakses, nama dokumen beserta logical pathnamenya serta jenis protokol yang akan digunakan untuk melakukan akses ke web.
URL menunjukkan sumber daya Internet atau alamat sebuah halaman web (homepage) yaitu halaman suatu dokumen atau program yang ingin ditampilkan atau digunakan. Secara umum perlu memasukkan tiga informasi untuk menuju ke alamat tertentu, yaitu :
·        Protokol,
·        Alamat Server,
·        Path File.