Kamis, 07 November 2013

Pemanfaatan TI di Indonesia



Teknologi Informasi

Abad ini adalah abad teknologi informasi. Batas-batas kewilayahan kini sudah tak ada lagi dalam konteks jaringan dunia maya. Dalam istilah yang dikemukakan oleh Ohmae, hal ini disebut borderless world. Istilah teknologi informasi merupakan kata majemuk yang mengacu pada teknologi penyampaian informasi secara lebih cepat, lebih luas jangkauannya dan lebih lama penyimpanannya.
Dalam perkembangannya, TI mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dalam pemerintahan dikenal istilah e-gov (electronic government) yang tujuannya mempercepat dan mempermudah akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat maupun kepada para pegawainya. Di era serba digital ini, pelayanan publik meliputi pembuatan KTP, perizinan, akte kelahiran, perpanjangan STNK dan sebagainya tidak lagi memerlukan waktu berhari-hari. Berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, pelayanan publik menjadi sangat cepat dan mudah memperolehnya.
Lain halnya dengan daerah otonom yang belum berani berinovasi masih mengalami kendala dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. Hal ini terjadi akibat masih belum diterapkannya sistem manajemen modern dan teknologi informasi. Tidak dipungkiri bahwa teknologi informasi berdampak pada semakin cepat dan mudahnya mendapatkan akses informasi.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan terminologi baru dalam dunia manajemen modern. Sebelum menerapkan TIK, teknologi sederhana sudah digunakan namun belum optimal dalam menunjang kegiatan manajemen perkantoran modern. Dengan semakin majunya teknologi umat manusia saat ini, pemerintah berupaya untuk mengadopsi teknologi ini untuk membantu para staf pemerintah meningkatkan kinerjanya.

Peranan Teknologi Informasi
Sebagaimana telah dijelaskan di muka, Teknologi Informasi memainkan peranan penting di berbagai sektor kehidupan. Manajemen yang memiliki tugas pencapaian tujuan yang mengedepankan aspek efektivitas dan efisiensi membutuhkan teknologi informasi guna mempersingkat waktu dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Saat ini teknologi informasi sudah memasuki taraf kemajuan yang luar biasa. Penemuan teknologi prosesor komputer yang sudah semakin cepat, semakin tingginya kecepatan Random Access Memory (RAM)  serta ruang harddisk yang semakin luas berdampak pada semakin cepatnya waktu start up dan response popups komputer.
Berbagai cara koneksi internet dapat menggunakan beberapa metode, antara lain:
Dial Up: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon. Dengan menggunakan sebuah modem dial-up. Saat online [ connect ] maka telepon tidak dapat digunakan. Perhitungan pulsa telepon berjalan + biaya internet dari provider. max Kecepatan 56kb.
Broadband: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan kabel tv, dengan menggunakan modem broadband. Saat online dapat sekaligus nonton tidak berpengaruh. Dan biaya lebih hemat cukup membayar abodemen tv cable + biaya internet provider untuk 24 jam online [ no limit ]. kecepatan mulai dari 64kb – 256kb.
ADSL: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon juga. Namun ADSL menggunakan teknologi yang lebih modern. Saat online jalur telepon tidak terganggu, dapat digunakan dalam kebersamaan. Biaya cukup membayar provider internet dengan sistem perhitungan berdasarkan besarnya kilobyte yang digunakan, koneksi 24 jam online. Kecepatan mencapai 512kb.
Handphone: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth maupun usb cable data. Saat online jalur telepon juga tidak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi terbaru high speed 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1x hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte. Kecepatan mulai dari 64kb – 2mb. Bahkan saat ini koneksi melalui jaringan wireless sudah menggunakan teknologi tercanggih yaitu jaringan 4G.
Dalam prakteknya, Teknologi Informasi dapat dijadikan alat bantu untuk mempersingkat jalur birokrasi. Di Kantor Perijinan Terpadu (KPT) Sragen, Jawa Tengah Teknologi Informasi digunakan sebagai media untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan KTP dan layanan perijinan lainnya. KPT menggunakan sistem online yaitu dengan menerapkan sistem jaringan internet Wide Local Area Network atau Wide Area Network. Dengan sistem ini KPT dapat tersambung secara online dengan seluruh kecamatan. Jadi, warga yang akan membuat KTP cukup datang ke kecamatan, mengisi formulir pembuatan KTP, duduk untuk difoto, selesai dan tinggal bayar yang besarannya tidak lebih dari 5000 rupiah saja.
A.   Manajemen Perkantoran Modern
Manajemen Perkantoran
Perumusan Arthur Grager “Office management is the function of administering the communication and record service of an organization.” (Manajemen perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat dari suatu organisasi).
Perumusan William Leffingwell & Edwin Robinson “Office management as a function, is the branch of the art and science of management which is concerned with the efficient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done.”
(Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, bilamana dan di manapun pekerjaan itu harus dilakukan).
Perumusan Hal Nourse “It seems to me that office management in the broader sense might embrance, not only the generallyaccepted service service functions, but also the arise of functional control administratrive direction of most clerical and paperwork.” (Tampaknya bagi kami manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis).
Perumusan Edwin Robinson “Office management is concerned with the direction and supervision of office work. ” (Manajemen perkantoran berkenaan dengan pengarahan dan pengawasan terhadap pekerjaan perkantoran).
Perumusan William Spriegel & Ernest Davies “Office management is the overall direction of clerical activities as distinguished such activities as transportation, manufacturing, warehousing, and sales.” (Manajemen perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas tulis sebagaimana dibedakan dari aktivitas-aktivitas seperti pengangkutan, kepabrikan, pergudangan dan penjualan).
Perumusan George Terry “Office management can be defined as the planning, controlling, and organizing of office work, and actuating those performing is so as to achieve the predetermined objective. It deals with the life cycle of business information, and retention, if of permanent value, of destruction if obsolute.”
(Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan,  pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebiih dahulu. Ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran, dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalau usang).
Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran. Dikatakannya: “Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)“. Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran jelas yang terkandung di dalamnya meliputi rangkaian kegiatan:
tata penyelenggaraan;
pelaksanaan secara efisien;
pengendalian, pengawasan dan pengarahan;
perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan
penggerakan.

Manajemen Modern
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) mengartikan perkataan modern dengan “terbaru” “mutakhir”, “sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman”.
Dalam hal kantor, maka sifat, sikap dan cara berpikir serta bertindak sebagaimana disebutkan dalam istilah modern adalah berkenaan dengan penanganan data/informasi. Perkantoran modern mempunyai ciri-ciri memiliki bangunan dan tata ruang yang baik, menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat; para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya berdisiplin, profesional memiliki sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman. Kantor modern juga mendayagunakan biaya, menerapkan tata laksana yang demokratis, efektif, efisien, produktif, berkeadilan, dan perlakuan manusiawi.
Tidak jarang setiap kali mendengar perkataan perkantoran modern terbayang suatu bangunan kantor yang megah, bahkan gedung pencakar langit. Perkantoran modern juga sering digambarkan sebagai kantor yang segala kegiatannya serba dikomputerkan (computerized). Perubahan besar memang telah terjadi dalam lingkungan perkantoran. Geoffry Mills dkk (1990) menegaskan dalam bukunya “Modern Office Management” bahwa teknologi baru terus mengalami kemajuan, terutama dalam bidang “komunikasi dan pengelolaan data” (alih bahasa oleh F.X. Budiyanto, 1991).
Tahap perkembangan sistem informasi manajemen (SIM) di sebagian besar instansi pemerintah kita saat ini tampaknya sampai pada tahap SIM dengan dukungan pemrosesan data elektronik (electronic data processing, computer). Di satu pihak tahapan ini bagi sebagian instansi sedang menuju atau mungkin sudah sampai pada tahap berikutnya, yaitu tahapan SIM berdasarkan komputer (computer based system). Namun, di lain pihak kenyataan masih banyak kantor-kantor pemerintah kita belum masuk ke tahap dukungan komputer, terutama di kota-kota kecil atau di daerah-daerah terpencil.

B.   Produktivitas Kerja Pegawai
Produktivitas adalah ukuran output dari suatu proses produksi, per satuan dari input. Sebagai contoh, produktivitas buruh secara tipikal diukur sebagai perbandingan output per jam kerja pegawai, satu satuan. Produktivitas dapat disusun sebagai ukuran dari efisiensi teknis atau rekayasa produksi.
Produksi merupakan proses mengkombinasikan berbagai material input (barang-barang) dan input non material (perencanaan, tahu-bagaimana) agar membuat sesuatu untuk konsumsi (output). Metode penggabungan input produksi dalam proses pembuatan output disebut teknologi. Teknologi dapat digambarkan secara matematis dengan fungsi produksi yang menjelaskan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi dapat digunakan sebagai ukuran kinerja relatif ketika membandingkan teknologi-teknologi.
Fungsi produksi merupakan paparan sederhana mekanisme pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dibatasi sebagai peningkatan produksi dari suatu bisnis atau bangsa (apapun yang diukur). Biasanya diungkapkan sebagai persentase pertumbuhan tahunan yang menggambarkan pertumbuhan output perusahaan atau produk nasional (per bangsa). Pertumbuhan ekonomi ril (sebagai kebalikan dari inflasi) terdiri dari dua komponen. Kedua komponen ini merupakan kenaikan dalam input produksi dan kenaikan produktivitas.

Sumber
http://karnas633.blogspot.com/2012/10/contoh-makalah-teknologi-informasi.html?m=1

Analisis:
Produktivitas yang diukur dari daya guna (efisiensi penggunaan personal sebagai tenaga kerja). Produktivitas ini digambarkan dari ketepatan penggunaan metode atau cara kerja dan alat yang tersedia, sehingga volume dan beban kerja dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia. Hasil yang diperoleh bersifat non material yang tidak dapat dinilai dengan uang.

5 Aplikasi Android yang bermanfaat


Sebaiknya perangkat Android Anda tidak hanya diisi dengan aplikasi game, sosial media, atau tool saja. Pastikan Anda juga memiliki aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia yang begitu luar biasa. Bukan omong kosong karena bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan traveling maupun sekedar berekreasi akhir pekan.
Dalam artikel kali ini Paseban akan mengulas tentang 5 aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia. Umumnya beberapa aplikasi yang dimaksud merupakan kumpulan daftar tempat-tempat wisata di Indonesia. Tidak hanya itu, berbagai referensi untuk kuliner khas Indonesia serta informasi hotel serta perjalanan tentunya juga bisa Anda dapatkan. Sangat cocok bagi Anda yang memang benar-benar cinta Indonesia dan memiliki keinginan untuk mengujungi tempat-tempat yang indah di negeri ini.
Berikut ini ulasannya, 4 aplikasi Android yang menampilkan keindahan alam Indonesia:
§       Discover Indonesia
Beralih ke aplikasi yang kedua yakni Discover Indonesia, yang dirancang oleh Mahoni.com. Discover Indonesia, merupakan sebuah aplikasi untuk situs pariwisata Indonesia, yang didalamnya berisi berbagai artikel dan data yang berhubungan tujuan di obyek-obyek wisata Indonesia. Setiap artikel dan tulisan dilengkapi dengan cukup banyak gambar yang berhubungan dengan objek wisata, dan pastinya menampilkan keindahan alam Indonesia. Pastikan Anda sudah dapat menemukan rekomendasi untuk beberapa tempat favorit yang sesuai untuk liburan, trekking atau bahkan bulan madu dengan aplikasi Discover Indonesia.
Aplikasi ini tersedia gratis pada Google Play dengan ukuran file hanya 3.3 MB versi 1.3 untuk OS Android minimal 2.1 ke atas. Download di sini.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public
/bb2013x11x06xx05x43x47x4b9cb622a6b96663aa5ad81d8738f32fxfstxupld.jpg
§          Love Indonesia
Love Indonesia, benar-benar aplikasi yang 100% asli Indonesia karena dibuat oleh developer Love Indonesia dan menampilkan keindahan alam Indonesia. Jangan ragu lagi untuk mengunduh aplikasi ini. Love Indonesia merupakan sebuah aplikasi gratis yang dirancang sebagai direktori berbasis lokasi dengan berbagai macam fitur-fitur lainnya yang sekiranya dapat memudahkan Anda untuk mencari informasi seputar tempat wisata dan tempat indah di Indonesia. Pencarian tempat wisata merata diseluruh wilayah Indonesia dan berbagai kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Solo, Manado, Jayapura, dan lain-lain. Aplikasi ini juga menyediakan postingan news, traffic camera, dan informasi lainnya. Jadi bukan hanya sebagai aplikasi tour.
Dapatkan Love Indonesia secara gratis pada Google Play dengan ukuran hanya 10 MB versi 1.0.8 untuk OS Android minimal 2.2 keatas:
§          Tempat Wisata
Sama seperti aplikasi Wisata Indonesia diatas, Tempat Wisata juga banyak menampilkan berbagai objek wisata lokal yang begitu indah. Setiap judul tempat wisata dilengkapi dengan artikel deskripsi serta foto-foto asli. Beberapa tempat wisata yang ada dalam aplikasi ini diantaranya adalah Pantai Pangandaran, Raja Ampat, Candi Borobudur, Kuta, Nusa Dua, Bunaken, Pulau Senggigi, Danau Toba, dan masih banyak lagi yang lain.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public/bb2013x11x06xx05x52x14x910764416589197711395833360e1830xfstxupld.jpg Dapatkan aplikasi Tempat Wisata secara gratis dengan ukuran hanya 1.8 MB versi 1.0 untuk OS Android minimal 2.1 keatas. Anda juga bisa merubah background aplikasi sesukanya karena tersedia pilihan. Download di sini

§          Indonesia Wallpaper
Setelah banyak mengulas aplikasi review tempat wisata, kali ini Anda bisa mendapatkan gambar-gambar yang menampilkan keindahan alam Indonesia melalui aplikasi Indonesia Wallpaper. Dalam aplikasi ini tersedia banyak sekali foto tempat terindah di Indonesia seperti di Bali, gunung Bromo, Lombok, Papua, Manado, dan lain-lain. Setiap foto tersedia dalam kualitas High Definition dan dapat dipakai sebagai wallpaper ponsel Anda atau share ke jejaring sosial.
Dapatkan Indonesia Wallpaper secara gratis dengan ukuran hanya 7.9 MB versi 1.1 untuk OS Android 2.1 keatas. Silakan Anda unduh di sini. [ALX]
sumber
http://portal.paseban.com/review/134081/keindahan-alam-indonesia
Analisis:
            Menurut saya aplikasi ini sangat baik untuk kalangan yang mencintai dunia travelling (jalan-jalan) karena terdapat fitur-fitur pendukung yang menunjukan tempat-tempat yang dapat dikunjungi oleh pengunjung. Contohnya kita ingin berjalan-jalan ke daerah Bunaken, TMII, Danau Toba, Pantai Raja Ampat, dapat kita cari menggunakan aplikasi tersebut.

Namun kekurangannya aplikasi ini tidak dapat digunakan di HP berOS lain selain Android namun hanya dapat digunakan oleh gadged atau HP yang memiliki OS Andoid,

BPPT untuk atasi banjir



JAKARTA - Musim penghujan mulai dirasakan disebagian wilayah Indonesia. Jakarta yang menjadi salah satu kota langganan banjir, bersiap menghadapi tamu tak diundang itu. Nah, untuk mengantisipasi itu,  salah satunya dengan memanfaatkan alat pemindah hujan buatan yang dimiliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Langkah ini merupakan bagian dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Adapun pengertian dari TMC itu sendiri adalah serangkaian upaya manusia melakukan sejumlah intervensi terhadap proses yang terjadi di dalam awan atau lingkungan sekitarnya.

Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan (BPPT), Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa teknologi ini efektif untuk mengurangi risiko terjadinya banjir besar di wilayah Jabodetabek.

Pertama, awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan akan dihujankan terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Jabodetabek menggunakan pesawat. Kedua, awan yang sudah ada di atas wilayah Jabodetabek, yang ‘dimandulkan’ terlebih dahulu. Sehingga, pertumbuhan untuk menghasilkan hujannya lama dan kita dorong awan itu ke luar Jakarta.
 “Alat yang digunakan untuk ‘memandulkan’ partikel-partikel dalam awan tersebut dinamakan sebagai Ground Base Generator (GBG). Sesuai dengan titelnya, alat itu diletakkan di atas lahan tanah,” jelas Seto kepada Okezone, Selasa (29/10/2013).

“Saat ini, kami sudah memasang GBG permanen di lima titik kawasan puncak. Selanjutnya, kami akan menyebar luaskan GBG di 25 titik lainnya sepanjang jalur selatan ke utara jika sudah mendekati masa-masa penghujan yaitu sekitar Desember 2013-Maret 2014,” lanjut Seto.

Diakuinya, ide tentang alat pemindah hujan sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, baru benar-benar terealisasi pada saat pesta olahraga SEA GAMES di Palembang 2011. Nah, keberhasilan menjadi ‘pawang hujan’ pada gelaran SEA GAMES itu lah menjadi pembangkit kepercayaan diri BPPT untuk menerapkannya di Jabodetabek.

Meski saat ini alat pemindah hujan itu belum diaktifkan, namun BPPT dan Pemda DKI Jakarta telah sepakat menyisihkan anggaran sebesar RP28 miliar untuk melindungi Jabodetabek dari curahan hujan berlebih yang berpotensi membawa banjir besar. (amr)

ANALISIS : 
 khususnya untuk Ibu Kota Jakarta yang sudah tak asing lagi dengan banjir, dengan adanya teknologi ini, memungkinkan untuk mengurangi terjadinya banjir di ibu kota, diharapkan teknologi ini bisa terus berkembang dan bisa mengurangi masalah kebanjiran di ibukota. Teknologi ini termasuk teknologi yang unik

SPESIALISASI ANDROID

Kelebihan Android Yang Menarik Perhatian

Saat ini banyak beredar berbagai macam oprasi sistem yang digunakan untuk menjalankan sebuah perangkat telekomunikasi seperti handphone, mulai dari java, symbian, balckberry hingga windows phone. Meskipun banyak oprasi sistem yang dapat digunakan, terdapat oprasi sistem yang sangat menarik yakni android.

Oprasi sistem android memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan oprasi sistem lainnya yang menjadikannya menjadi oprasi sistem ini menjadi populer, berikut ini adalah beberapa kelebihan android yang ada untuk saat ini.

1. Open source
Karena oprasi sistem ini adalah open source, siapapun dapat mengembangkannya sesuai dengan keinginan pengguna untuk menghasilkan yang terbaik. Hal serupa juga terdapat pada linux yang saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa versi dan sudah banyak yang menggunakannya untuk kepentingan tertentu.

2. OS Android Terus dikembangkan
Untuk menghasilkan kualitas yang terbaik, pihak google selaku pemilik OS Android terus mengembangkan oprasi sistemnya hal ini dibuktikan diluncurkannya oprasi sistem yang terbaru yakni android 4.1 jelly bean. Perbaikan yang dilakukan antara lain adalah kemudahan dalam penggunaan hingga sektor keamanan.

3. Ketersediaan aplikasi yang berkualitas
Platform ini desediakan secara gratis sehingga setiap pengembang game dapat membuat aplikasi maupun game sesuai dengan keinginnannya tanpa harus membayar kepada pihak google. Apabila pengembang ingin menjual maupun ingin membagikan hasil dari pengembangannya berupa game maupun aplikasi dapat di bagikan melalui play google.

Saat ini sudah banyak terdapat berbagai aplikasi dan game yang dibuat oleh pengembang, yang menarik adalah banyak disediakan aplikasi maupun game secara gratis maupun berbayar, sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya.

4. Keberagaman pilihan perangkat
Banyak perangkat yang telah menggunakan oprasi sistem android, sehingga pengguna dapat memilih perangkat sesuai dengan kebutuhan. Perangkat yang diesiakan oleh produsen ponsel tersedia mulai dari sepesifikasi yang standar hingga spesifikasi yang mumpuni dan yang terbanyak membuat perangkat dengan oprasi sistem android adalah vendor samsung.
5. Harga terjangkau
Karena banyaknya pesaing, banyak perangkat yang dibuat oleh produsen dan dijual dengan harga yang terjangkau. Sehingga produsen berlomba-lomba untuk membuat perangkat untuk segmen low end hingga high end yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

6. Dapat mengoprek Oprasi sistem melalui ROM
Bagi yang gemar untuk melakukan perubahan sistem dapat dilakukan melalui ROM (Read Only Memory) untuk menghasilkan hasil yang berbeda dengan oprasi sistem pada umumnya tanpa melanggar privacy karena tindakan ini adalah legal dalam ekosistem Android.

7. Terintegrasi layanan Google
Karena oprasi sistem android bagian dari google, maka berbagai layanan dari google telah di integrasikan mulai dari layanan GMail, Google Maps, Google Docs, Google Talk, YouTube, Google+, dan mesin pencari juga menggunakan fasilitas dari Google. Dengan di integrasikan semua layanan dari google akan memudahkan pengguna dalam melakukan berbagai aktifitas.

Sumber berita:

Analisa dan Komentar:
Tak usah jauh-jauh untuk mengintip berapa banyak jiwa yang menngunakan android, di kelas saya saja sudah banyak yang menggunakan android. Android juga selain Open source, banyak mahasiswa yang membuat aplikasi android untuk mengertjakan tugas akhirperkuiahan mereka. Hal ini membuktikan bahwa android dicintai banyak kalangan.

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


Wacana Ilmiah
Wacana Ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis    yang formal dengan sistematis-metodis dan sintesis-analitis.
Dalam tataran ilmiah, bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah, sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti.
Bahasa indonesia yang baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh semua pihak.
Contoh penggunaan bahasa dalam tataran ilmiah
Makalah Ringkas
PERILAKU EMPAT KATA PENUNJUK ARAH DALAM BAHASA BALI
I Dewa Putu Wijana | Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

1. Pendahuluan
Dari berbagai bahasa, bahasa Bali mungkin merupakan salah satu bahasa yang memiliki kata penunjuk arah (mata angin) yang memiliki perilaku yang unik bila dilihat secara linguistis, khususnya dari aspek morfologis dan sintaktis. Hanya kata-kata penunjuk arah inilah yang bisa dikenai proses morfologis dan sintaktis tertentu, dan proses itu tidak pernah atau jarang sekali dapat dikenakan pada kata-kata yang lain. Tulisan singkat ini akan mendeskripsikan keunikan-keunikan itu, dan berusaha mencari penjelasan mengapa keunikan itu bisa terjadi. Dalam bahasa Bali, empat kata penunjuk arah yang utama diungkapkan dengan satuan lingual kangin timur , kauh barat , kaja selatan , dan kelod utara . Secara etimologis kata kelod berasal dari ke laut lewat proses persandian (au>O) dan korespondensi /t/ dan /d/ dan pengubahan fungsi preposisi ke menjadi suku awal . Hilangnya sifat kontras antara /t/ dan /d/dalam hal ini disebut dengan netralisasi (Martinet, 1987, 85; Verhaar, 1996, 85). Oleh karenanya, tidak mengherankan bila orang orang Bali menyebut tempat yang mengarah atau menuju ke laut dengan kelod walaupun secara geografis tempat-tempat itu berada di barat, selatan, atau timur. Orang Bali sering mengatakan Engken pasihe ento kelode Mana lautnya di sanalah kelod . Kata lod dalam hal ini agaknya secara diakronis berkorespondensi dengan kata lor dalam bahasa Jawa yang bermakna utara hanya saja kemudian terjadi perubahan dalam bahasa Bali menjadi tempat yang menuju ke laut . Dengan kontrusksi itu kata-kata penunjuk arah merupakan kata-kata yang sangat tinggi frekuensi pemakaiannya karena begitu dekat hubungannya dengan kehidupan orang Bali. Misalnya dalam dikotomi budaya Bali kaja adalah gunung sebagai pusat kemakmuran dan kesuburan. Kelod adalah tempat yang menuju laut. Kangin adalah tempat matahari terbit, dan kauh adalah tempat matahari tenggelam. Dekatnya hubungan arah dan kehidupan manusia inilah yang menyebabkan kata-kata ini memiliki perlakuan linguistik tertentu di dalam pemakiannya. Hal ini agaknya belum pernah mendapatkan perhatian dari ahli-ahli bahasa yang bergelut dengan bahasa Bali. Dalam tulisan ini ditemukan dua buah proses linguistik yang khas dialami oleh kata-kata penunjuk arah ini, yakni kontraksi preposisi di dan pembubuhan afiks be- yang secara berturut-turut diuraikan dalam 2 dan 3.

2. Kontraksi preposisi di
Perubahan bunyi yang terjadi di dalam bahasa tidak hanya terjadi dalam tataran Leksikon, tetapi mungkin pula ditemukan dalam tataran yang lebih tinggi, seperti frasa dan kalimat (Pastika, 2004a, 1; 2004b, 52). Kontraksi di yang melekat pada kata-kata penunjuk arah yang akan dibicarakan berikut ini pada hakikatnya merupakan perubahan bunyi pada tataran frase. Kontraksi adalah proses peringkasan leksem dasar atau gabungan leksem, seperti tidak menjadi tak, tidak ada menjadi tiada, dsb. (Kridalaksana 1993, 121). Definisi ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Crystal (1978, 89) yang mengemukakan bahwa kontraksi adalah:
The process or result of phonologically reducing a linguistic form so that it comes to be attached to an adjacent linguistic form or fusing a sequence of forms so that they appear as a single form.
Dengan terjadinya kontraksi secara diakronis maka semua kata-kata penunjuk arah angin dalam bahasa Bali berawal dengan bunyi /k/, yakni kangin, kauh, kaja, dan kelod. Kata kaja, kelod, kangin, dan kauh adalah nomina yang bila digunakan untuk menunjuk tempat tertentu harus mengambil bentuk yang lain, yakni dangin, dauh, daja, dan delod. Bila tidak maka kata kangin hanya dapat digunakan sebagai nomina biasa, seperti dalam ungkapan Tusing nawang kaja kelod tidak tahu selatan dan utara atau Tusing nawang kangin kauh Tidak tahu timur dan barat . Adapun kalau arah itu menunjuk tempat akan digunakan seperti berikut ini:

1.    Dajan rurung-e ada anak ng-adep kembungan
Di selatan jalan-nya kl ada orang jual trans balon
Di selatan jalan ada orang yang menjual balon2

2.    I Belog ulung di delod pangkung-e
Art. Belog ND jatuh di utara jurang kl
I Belog jatuh di sebelah utara jurang

3.    Dauh tukade tusing ada yeh.
Utara sungai tidak ada air
Di utara sungai tidak ada air

4.    Dangin tiange umah-ne.
Timur saya kl rumah pos.
Di sebelah timur rumah saya rumahnya

3. Prefiksasi be-
Dalam buku-buku tata bahasa bahasa Bali agaknya jarang sekali atau mungkin tidak ada yang membicarakan afisk be-. Dengan kata lain afiks-afiks ini dianggap tidak ada dalam bahasa Bali. Akan tetapi, secara sinkronis jelas sekali bahwa di dalam bahasa Bali ada kata-kata bedauh jauh di barat , bedelod jauh di utara , bedaja jauh di selatan , bedangin jauh di timur . Dengan demikian, dicurigai ada proses morfologis seperti di bawah ini:
be- + dauh > bedauh
be- + delod > bedelod
be- + daja > bedaja
be- + dangin > bedangin
Adapun pemakaiannya dapat dilihat dalam (14), (15), (16), dan (17) di bawah ini:

5.    + Dija ada balih-balihan?
Di mana KT ada tontonan
Di mana ada tontonan?
- Ditu bedaja.
Di sana di selatan
Di sana di selatan

6.    Bedangin tusing ada apa-apa.
di timur tidak Neg ada apa-apa
Di timur tidak ada apa-apa

7.    Ada apa bedauh?
ada apa KT di barat
Ada apa di barat?

8.    Umah-ne bedelod, tusing dini.
Rumah-nya pos di utara, bukan Neg. di sini
Rumahnya di utara, bukan di sini
Afiks be- yang melekat pada keempat kata penunjuk arah itu bermakna gramatikal tempat yang jauh dari pembicara.Bila orang Bali ingin menunjuk
tempat yang dipandang tidak terlalu jauh, maka ia akan menggunakan klitika ne.
Kata-kata penunjuk arah yang berklitika ne ini dapat didahului dengan kata dini
di sini .

9.    + Lakar kija, Beli?
mau ke mana KT, Kakak
Mau pergi ke mana, kakak?
- Dini, dauh-ne jep.
di sini di barat Kl sebentar
Di sini di barat sebentar

4. Catatan Penutup
Proses linguistik apapun jenisnya yang terdapat di dalam bahasa bahasa ternyata tidak terjadi pada sembarang bentuk kebahasaan, dan dapat dikenakan secara analogis pada bentuk-bentuk serupa yang lain. Untuk ini diperlukan syarat yang lain, yakni bentuk itu lazimnya memiliki ciri tertentu dan mempunyai frekuensi pemakaian yang sangat tinggi, bahkan mungkin secara kultural begitu dekat atau penting hubungannya dengan kehidupan masyarakatnya.
Untuk mencapai penjelasan yang memuaskan analisis sinkronis pada saat-saat tertentu membutuhkan penjelasan yang bersifat diakronis. Hal ini agaknya berkaitan dengan prinsip uniformasi yang dikemukakan oleh Bell (1976, 187-191; periksa juga Wardaugh, 1988, 18) yang mengemukakan bahwa:
The linguistic process which we observe to be taking place around us are the same as those which have operated in the past, so that there can be no clean break between synchronic matters and diachronic ones.
Dalam hubungannya dengan kontraksi di dalam bahasa Bali semakin jelas bahwa batas-batas tataran linguistik, leksikon, fonologi, morfologi, dan sintaksis semakin tidak jelas (kabur). Di dalam bahasa terdapat morfem-morfem yang bergabung dengan satu satuan tertentu saja yang disebut dengan morfem unik (Ramlan, 1987, 82), ada morfem yang dapat bergabung dengan berbagai jenis morfem, dan dalam kaitannya dengan afiks be- dalam bahasa Bali, morfem ini hanya bergabung dengan morfem dasar penunjuk arah yang bila konsep keunikan ini diperluas, yakni dapat pula diterapkan untuk morfem terikat, maka be- dalam bahasa bali disebut sebagai morfem semiunik.

Wacana Semi Ilmiah
Wacana semi-ilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering “dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Contoh bahasa dalam tataran semi ilmiah
KabarIndonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaui dinas pekerjaan umumnya (DPU) terus mempermulus jalan-jalan trans propinsi yang ada dikabupaten Tanah Bumbu itu. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya tersebut, sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat.
“Khususnya para pengguna jalan trans provinsi, baik yang dari Banjarmasin menuju Batulicin dan Kotabaru,” kata Fadli MHM, yang kesaharian sebagai pengemudi angkutan penumpang Banjarmasin – Batulicin PP.
“Dulu, sebelum jalan ini diperbaiki, dari Batulicin menuju Banjarmasin bisa memakan waktu hingga 7 jam perjalanan. Tetapi sekarang bisa ditempuh cukup dengan 5 jam saja,” ujar Fadli.

Wacana Non Ilmiah
Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Contoh penggunaan bahasa dalam tataran non-ilmiah
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Sumber: