Kamis, 07 November 2013

SPESIALISASI ANDROID

Kelebihan Android Yang Menarik Perhatian

Saat ini banyak beredar berbagai macam oprasi sistem yang digunakan untuk menjalankan sebuah perangkat telekomunikasi seperti handphone, mulai dari java, symbian, balckberry hingga windows phone. Meskipun banyak oprasi sistem yang dapat digunakan, terdapat oprasi sistem yang sangat menarik yakni android.

Oprasi sistem android memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan oprasi sistem lainnya yang menjadikannya menjadi oprasi sistem ini menjadi populer, berikut ini adalah beberapa kelebihan android yang ada untuk saat ini.

1. Open source
Karena oprasi sistem ini adalah open source, siapapun dapat mengembangkannya sesuai dengan keinginan pengguna untuk menghasilkan yang terbaik. Hal serupa juga terdapat pada linux yang saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa versi dan sudah banyak yang menggunakannya untuk kepentingan tertentu.

2. OS Android Terus dikembangkan
Untuk menghasilkan kualitas yang terbaik, pihak google selaku pemilik OS Android terus mengembangkan oprasi sistemnya hal ini dibuktikan diluncurkannya oprasi sistem yang terbaru yakni android 4.1 jelly bean. Perbaikan yang dilakukan antara lain adalah kemudahan dalam penggunaan hingga sektor keamanan.

3. Ketersediaan aplikasi yang berkualitas
Platform ini desediakan secara gratis sehingga setiap pengembang game dapat membuat aplikasi maupun game sesuai dengan keinginnannya tanpa harus membayar kepada pihak google. Apabila pengembang ingin menjual maupun ingin membagikan hasil dari pengembangannya berupa game maupun aplikasi dapat di bagikan melalui play google.

Saat ini sudah banyak terdapat berbagai aplikasi dan game yang dibuat oleh pengembang, yang menarik adalah banyak disediakan aplikasi maupun game secara gratis maupun berbayar, sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya.

4. Keberagaman pilihan perangkat
Banyak perangkat yang telah menggunakan oprasi sistem android, sehingga pengguna dapat memilih perangkat sesuai dengan kebutuhan. Perangkat yang diesiakan oleh produsen ponsel tersedia mulai dari sepesifikasi yang standar hingga spesifikasi yang mumpuni dan yang terbanyak membuat perangkat dengan oprasi sistem android adalah vendor samsung.
5. Harga terjangkau
Karena banyaknya pesaing, banyak perangkat yang dibuat oleh produsen dan dijual dengan harga yang terjangkau. Sehingga produsen berlomba-lomba untuk membuat perangkat untuk segmen low end hingga high end yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

6. Dapat mengoprek Oprasi sistem melalui ROM
Bagi yang gemar untuk melakukan perubahan sistem dapat dilakukan melalui ROM (Read Only Memory) untuk menghasilkan hasil yang berbeda dengan oprasi sistem pada umumnya tanpa melanggar privacy karena tindakan ini adalah legal dalam ekosistem Android.

7. Terintegrasi layanan Google
Karena oprasi sistem android bagian dari google, maka berbagai layanan dari google telah di integrasikan mulai dari layanan GMail, Google Maps, Google Docs, Google Talk, YouTube, Google+, dan mesin pencari juga menggunakan fasilitas dari Google. Dengan di integrasikan semua layanan dari google akan memudahkan pengguna dalam melakukan berbagai aktifitas.

Sumber berita:

Analisa dan Komentar:
Tak usah jauh-jauh untuk mengintip berapa banyak jiwa yang menngunakan android, di kelas saya saja sudah banyak yang menggunakan android. Android juga selain Open source, banyak mahasiswa yang membuat aplikasi android untuk mengertjakan tugas akhirperkuiahan mereka. Hal ini membuktikan bahwa android dicintai banyak kalangan.

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


Wacana Ilmiah
Wacana Ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis    yang formal dengan sistematis-metodis dan sintesis-analitis.
Dalam tataran ilmiah, bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah, sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti.
Bahasa indonesia yang baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh semua pihak.
Contoh penggunaan bahasa dalam tataran ilmiah
Makalah Ringkas
PERILAKU EMPAT KATA PENUNJUK ARAH DALAM BAHASA BALI
I Dewa Putu Wijana | Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

1. Pendahuluan
Dari berbagai bahasa, bahasa Bali mungkin merupakan salah satu bahasa yang memiliki kata penunjuk arah (mata angin) yang memiliki perilaku yang unik bila dilihat secara linguistis, khususnya dari aspek morfologis dan sintaktis. Hanya kata-kata penunjuk arah inilah yang bisa dikenai proses morfologis dan sintaktis tertentu, dan proses itu tidak pernah atau jarang sekali dapat dikenakan pada kata-kata yang lain. Tulisan singkat ini akan mendeskripsikan keunikan-keunikan itu, dan berusaha mencari penjelasan mengapa keunikan itu bisa terjadi. Dalam bahasa Bali, empat kata penunjuk arah yang utama diungkapkan dengan satuan lingual kangin timur , kauh barat , kaja selatan , dan kelod utara . Secara etimologis kata kelod berasal dari ke laut lewat proses persandian (au>O) dan korespondensi /t/ dan /d/ dan pengubahan fungsi preposisi ke menjadi suku awal . Hilangnya sifat kontras antara /t/ dan /d/dalam hal ini disebut dengan netralisasi (Martinet, 1987, 85; Verhaar, 1996, 85). Oleh karenanya, tidak mengherankan bila orang orang Bali menyebut tempat yang mengarah atau menuju ke laut dengan kelod walaupun secara geografis tempat-tempat itu berada di barat, selatan, atau timur. Orang Bali sering mengatakan Engken pasihe ento kelode Mana lautnya di sanalah kelod . Kata lod dalam hal ini agaknya secara diakronis berkorespondensi dengan kata lor dalam bahasa Jawa yang bermakna utara hanya saja kemudian terjadi perubahan dalam bahasa Bali menjadi tempat yang menuju ke laut . Dengan kontrusksi itu kata-kata penunjuk arah merupakan kata-kata yang sangat tinggi frekuensi pemakaiannya karena begitu dekat hubungannya dengan kehidupan orang Bali. Misalnya dalam dikotomi budaya Bali kaja adalah gunung sebagai pusat kemakmuran dan kesuburan. Kelod adalah tempat yang menuju laut. Kangin adalah tempat matahari terbit, dan kauh adalah tempat matahari tenggelam. Dekatnya hubungan arah dan kehidupan manusia inilah yang menyebabkan kata-kata ini memiliki perlakuan linguistik tertentu di dalam pemakiannya. Hal ini agaknya belum pernah mendapatkan perhatian dari ahli-ahli bahasa yang bergelut dengan bahasa Bali. Dalam tulisan ini ditemukan dua buah proses linguistik yang khas dialami oleh kata-kata penunjuk arah ini, yakni kontraksi preposisi di dan pembubuhan afiks be- yang secara berturut-turut diuraikan dalam 2 dan 3.

2. Kontraksi preposisi di
Perubahan bunyi yang terjadi di dalam bahasa tidak hanya terjadi dalam tataran Leksikon, tetapi mungkin pula ditemukan dalam tataran yang lebih tinggi, seperti frasa dan kalimat (Pastika, 2004a, 1; 2004b, 52). Kontraksi di yang melekat pada kata-kata penunjuk arah yang akan dibicarakan berikut ini pada hakikatnya merupakan perubahan bunyi pada tataran frase. Kontraksi adalah proses peringkasan leksem dasar atau gabungan leksem, seperti tidak menjadi tak, tidak ada menjadi tiada, dsb. (Kridalaksana 1993, 121). Definisi ini tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Crystal (1978, 89) yang mengemukakan bahwa kontraksi adalah:
The process or result of phonologically reducing a linguistic form so that it comes to be attached to an adjacent linguistic form or fusing a sequence of forms so that they appear as a single form.
Dengan terjadinya kontraksi secara diakronis maka semua kata-kata penunjuk arah angin dalam bahasa Bali berawal dengan bunyi /k/, yakni kangin, kauh, kaja, dan kelod. Kata kaja, kelod, kangin, dan kauh adalah nomina yang bila digunakan untuk menunjuk tempat tertentu harus mengambil bentuk yang lain, yakni dangin, dauh, daja, dan delod. Bila tidak maka kata kangin hanya dapat digunakan sebagai nomina biasa, seperti dalam ungkapan Tusing nawang kaja kelod tidak tahu selatan dan utara atau Tusing nawang kangin kauh Tidak tahu timur dan barat . Adapun kalau arah itu menunjuk tempat akan digunakan seperti berikut ini:

1.    Dajan rurung-e ada anak ng-adep kembungan
Di selatan jalan-nya kl ada orang jual trans balon
Di selatan jalan ada orang yang menjual balon2

2.    I Belog ulung di delod pangkung-e
Art. Belog ND jatuh di utara jurang kl
I Belog jatuh di sebelah utara jurang

3.    Dauh tukade tusing ada yeh.
Utara sungai tidak ada air
Di utara sungai tidak ada air

4.    Dangin tiange umah-ne.
Timur saya kl rumah pos.
Di sebelah timur rumah saya rumahnya

3. Prefiksasi be-
Dalam buku-buku tata bahasa bahasa Bali agaknya jarang sekali atau mungkin tidak ada yang membicarakan afisk be-. Dengan kata lain afiks-afiks ini dianggap tidak ada dalam bahasa Bali. Akan tetapi, secara sinkronis jelas sekali bahwa di dalam bahasa Bali ada kata-kata bedauh jauh di barat , bedelod jauh di utara , bedaja jauh di selatan , bedangin jauh di timur . Dengan demikian, dicurigai ada proses morfologis seperti di bawah ini:
be- + dauh > bedauh
be- + delod > bedelod
be- + daja > bedaja
be- + dangin > bedangin
Adapun pemakaiannya dapat dilihat dalam (14), (15), (16), dan (17) di bawah ini:

5.    + Dija ada balih-balihan?
Di mana KT ada tontonan
Di mana ada tontonan?
- Ditu bedaja.
Di sana di selatan
Di sana di selatan

6.    Bedangin tusing ada apa-apa.
di timur tidak Neg ada apa-apa
Di timur tidak ada apa-apa

7.    Ada apa bedauh?
ada apa KT di barat
Ada apa di barat?

8.    Umah-ne bedelod, tusing dini.
Rumah-nya pos di utara, bukan Neg. di sini
Rumahnya di utara, bukan di sini
Afiks be- yang melekat pada keempat kata penunjuk arah itu bermakna gramatikal tempat yang jauh dari pembicara.Bila orang Bali ingin menunjuk
tempat yang dipandang tidak terlalu jauh, maka ia akan menggunakan klitika ne.
Kata-kata penunjuk arah yang berklitika ne ini dapat didahului dengan kata dini
di sini .

9.    + Lakar kija, Beli?
mau ke mana KT, Kakak
Mau pergi ke mana, kakak?
- Dini, dauh-ne jep.
di sini di barat Kl sebentar
Di sini di barat sebentar

4. Catatan Penutup
Proses linguistik apapun jenisnya yang terdapat di dalam bahasa bahasa ternyata tidak terjadi pada sembarang bentuk kebahasaan, dan dapat dikenakan secara analogis pada bentuk-bentuk serupa yang lain. Untuk ini diperlukan syarat yang lain, yakni bentuk itu lazimnya memiliki ciri tertentu dan mempunyai frekuensi pemakaian yang sangat tinggi, bahkan mungkin secara kultural begitu dekat atau penting hubungannya dengan kehidupan masyarakatnya.
Untuk mencapai penjelasan yang memuaskan analisis sinkronis pada saat-saat tertentu membutuhkan penjelasan yang bersifat diakronis. Hal ini agaknya berkaitan dengan prinsip uniformasi yang dikemukakan oleh Bell (1976, 187-191; periksa juga Wardaugh, 1988, 18) yang mengemukakan bahwa:
The linguistic process which we observe to be taking place around us are the same as those which have operated in the past, so that there can be no clean break between synchronic matters and diachronic ones.
Dalam hubungannya dengan kontraksi di dalam bahasa Bali semakin jelas bahwa batas-batas tataran linguistik, leksikon, fonologi, morfologi, dan sintaksis semakin tidak jelas (kabur). Di dalam bahasa terdapat morfem-morfem yang bergabung dengan satu satuan tertentu saja yang disebut dengan morfem unik (Ramlan, 1987, 82), ada morfem yang dapat bergabung dengan berbagai jenis morfem, dan dalam kaitannya dengan afiks be- dalam bahasa Bali, morfem ini hanya bergabung dengan morfem dasar penunjuk arah yang bila konsep keunikan ini diperluas, yakni dapat pula diterapkan untuk morfem terikat, maka be- dalam bahasa bali disebut sebagai morfem semiunik.

Wacana Semi Ilmiah
Wacana semi-ilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering “dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Contoh bahasa dalam tataran semi ilmiah
KabarIndonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaui dinas pekerjaan umumnya (DPU) terus mempermulus jalan-jalan trans propinsi yang ada dikabupaten Tanah Bumbu itu. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya tersebut, sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat.
“Khususnya para pengguna jalan trans provinsi, baik yang dari Banjarmasin menuju Batulicin dan Kotabaru,” kata Fadli MHM, yang kesaharian sebagai pengemudi angkutan penumpang Banjarmasin – Batulicin PP.
“Dulu, sebelum jalan ini diperbaiki, dari Batulicin menuju Banjarmasin bisa memakan waktu hingga 7 jam perjalanan. Tetapi sekarang bisa ditempuh cukup dengan 5 jam saja,” ujar Fadli.

Wacana Non Ilmiah
Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Contoh penggunaan bahasa dalam tataran non-ilmiah
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Sumber:

Kamis, 24 Oktober 2013

Bahasa Indonesia


1.       Penggunaan bahasa Indonesia secara baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai
dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus
disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan
sudut pandang khalayak sasaran kita.
Contoh :
-          Dalam menyampaikan sesuatu biasa manusia menggunakan susunan kata yang kurang tepat sehingga menimbulkan seorang manusia tidak menangkap arti dari sesuatu yang dimaksudkan, dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik ini manusia mampu memanipulasi kalimat sehingga dapat dengan mudah dimengerti oleh manusia lain yang sedang berada dalam interaksi sosial/komunikasi. Seperti ini menyampaikan berita biasa harus diberi keterangan waktu dan tempat serta siapa saja/apa saja yang terlibat didalamnya.

Penggunaan bahasa Indonesia yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan).
Contoh :
-          Kesalahan yang paling sering terjadi dalam Bahasa Indonesia adalah penggunaan bahasa Indonesia yang benar sebab bahasa Indonesia ternilai benar apabila memiliki ejaan yang benar serta tanda baca yang biasa salah penempatan, kesalahan yang sering terjadi dan mudah dibuktikan adalah dalam media informasi rakyat (koran) biasa terlihat salah dalam penulisan kata.

2.      Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan dari maksud apa yang akan seseorang sampaikan, melahirkan perasaan dan memungkinkan seseorang menciptakan kerja sama dengan sesama. Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan. (Gorys Keraf, 1997 : 4). Setiap negara di muka bumi yang memiliki manusia hidup pasti membutuhkan bahasa sebagai alat komunikasi untuk mempermudah proses kelangsungan hidup meskipun perbedaan bahasa di setiap belahan dunia. Contoh dari fungsi bahasa sebagai alat komunikasi adalah menggunakan bahasa untuk mencapai suatu keinginan atau menyampaikan suatu aspirasi, bahasa juga digunakan untuk mendapatkan pendidikan/pengajaran.

Selasa, 02 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI


KONSEP DAN DEFINISI

Menurut tylor (1871) budaya adalah sekumpulan pengetahuan kepercayaan ,seni , moral,hukum,adat dan kapabilitas serta kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu , definisi ini lalu berkembang lebih lanjut dalam ilmu sosiologi . bahkan ilmu sosiologilah yang kemudian secara luas menggunakan kata ini untuk menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi dalam sebuah kelompok masyarakat atau komunitas tertentu
Dalam ilmu sosiologi , budaya diterjemahkan sebagai kumpulan simbol ,mitos, dan ritual yang penting dalam memanggil atasannya dengan nama belakang sedangkan diindonesia  anggota organisasi biasanya memanggil atasannya dengan awalan “pak”
Budaya organisasi dapat ditelusuri secara langsung kepada variabel variabel yang berhubungan secara struktural ,kini kita dapat berpindah pada pembahasan fungsi budaya organisasi budaya dalam organisasi , diantaranya sebagai berikut
Pengikat organisasi (organization binder):
Budaya organisasi berfungsi sebagai pengikat seluruh komponen organisasi terutama pada saat organisasi menghadapi goncangan baik dari dalam ataupun luar akibat adanya perubahan . organisasi yang mempunyai budaya yang kuat akan mampu bertahan dan keluar dari bdadai yang menghantam karena mampu memanfaatkan budaya sebagai penguat bagi organisasi untuk menghadapi beragam hambatan yang menghadang
Integrator  :
 budaya organisasi merupakan alat untuk menyatukan beragam sifat dan karakter serta bakat dan kemampuan yang beragam yang ada dalam organisasi
Identitas organisasi :
Budaya organisasi merupakan salah satu dari identitas organisasi tersebut .sebagai contoh adalah The Jakarta Consulting Group sendiri . Logo dari The Jakarta Consulting Group adalah orang memanah yang melambangkan kecepatan dan ketepatan ini berarti The Jakarta Consulting Group memiliki identitas organisasi yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan
Energi untuk mencapai kinerja yang tinggi :
Fungsi budaya organisasi sebagai suntikan energi untuk mencapai kinerja yang tinggi salah satu kredo yang The Jakarta Consulting Group pegang adalah bekerja dalam tim . hal ini kami percayai sebagai suntikan energi untuk menghasilkan hasil (output) yang cepat dan berkualitas . sebab kemampuan dan bakat setiap orang berbeda
Ciri kualitas (sign of quality):
Budaya organisasi merupakan representasi dari ciri kualitas yang berlaku dalam organisasi tersebut . kita ambil contoh dengan budaya bekerja di The Jakarta Consulting Group sendiri . telah disebutkan diatas bahwa budaya organisasi yang bekerja di The Jakarta Consulting Group dilakukan secara cepat dan tepat , dalam artian hasilnya cepat terlihat dan kualitasnya terjaga baik
Motivator  :
Budaya organisasi juga merupakan pemberi semangat bagi para anggota organisasi . budaya yang kuat akan menjadi motivator yang kuat bagi para anggota organisasinya untuk selalu mengedepankan mutu dan kebersihan restorannya . tercermin dari penerapan sistem saji 60 detik dan penjagaan kebersihan restoran dengan membersihkan kaca setiap hari dan mengepel lantai dalam jangka waktu tertentu
Pedoman gaya kepemimpinan :
Budaya organisasi yang telah mengakar kuat dapat menjadi pedoman gaya kepempimpinan yang sesuai untuk kondisi organisasi yang bersangkutan . acap kali sebuah perubahan baik itu yang disengaja ataupun tidak membawa sebuah pandangan baru tentang kepemimpinan . pemimpin dikatakan berhasil apabila mampu membawa anggota organisasi keluar dari polemik krisis akibat perubahan yang terjadi
Value enhancer :
Salah satu fungsi organisasi adalah untuk meningkatkan nilai dari para stakeholdernya ini berarti peningkatan nilai baik untuk para anggota organisasi juga bagi pelanggan , pemasok, dan pihak pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut , budaya organisasi yang kuat dan meresap akan kuat dalam setiap anggota organisasi akan menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan nilai bagi para anggota ,pelanggan , pemasok dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut

TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

Secara umum budaya organisasi terpilah menjadi dua kutub besar : budaya entreprenuer dan budaya administratif . pemahaman dua klasifikasi dasar budaya organisasi ini akan menuntun kearah pemahaman budaya organisasi secara lebih baik
Dalam jenisnya entrepreaneur dalam setiap aktivitasnya selalu memfokuskan pada peluang peluang baru . hal ini tercermin dalam jiwa kewiraswastaan yang selalu menganggap bahwa dengan menemukan dan memanfaatkan peluang peluang baru tersebut perusahaan akan selalu survive dan terdorong untuk selalu berusaha mencapai sasaran yang berbeda beda dari satu periode ke periode berikutnya . karenanya kegiatan operasional yang terjadi dalam perusahaan sangat dinamis dan membutuhkan sumberdaya manusia yang cepat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan internal maupun eksternal . perusahaan akan berusaha memenuhi sarana yang dibutuhkan untuk merealisasikan kegiatan dalam upaya meraih kesuksesan dari peluang baru itu
Perusahaan yang memiliki budaya administratif bertolak belakang dari budaya entrepreneuer , aktivitas yang dilakukan lebih memfokuskan pada peluang peluang yang sudah ada budaya administratif ini memandang bahwa peluang yang diperoleh harusnya terus dipertahankan , karena investasi yang ditanamkan sangat besar , konsekuensinya logisnya perusahaan membutuhkan prosedure pengendalian yang cukup ketat untuk mempertahankan peluang yang sudah diperoleh ini dinamika budaya administratif tidak sedinamis budaya entrepreneur . struktur organisasi juga dengan disesuaikan aktivitas usaha perusahaan yang menganut budaya administratif ini
Tipologi lain yang dikemukaan oleh deal dan kennedy yang memilah budaya organisasi ke dalam empat kategori budaya berdasarkan dua faktor utama yaitu :
·         Derajat resiko dalam kegiatan bisnis
·         Kecepatan perusahaan atau manajemen dalam mendapatkan umpan balik atas keputusan atau strategi
Keempat kategori budaya tersebut adalah :
·         The Tough-guy , Macho Culture
·         The Work Hard Culture
·         The Bet-Your Company Culture
·         The Process Culture
Masing-masing kategori budaya tersebut akan dijabarkan menurut beberapa unsur penting yang ada seperti
·         Derajat resiko dalam kegiatan usaha
·         Tipe umpan balik yang diperoleh dari setiap keputusan
·         Tipe perusahaan yang menggunakan budaya tersebut
·         Perilaku yang ditunjukan oleh tokoh panutan dalam budaya tersebut
·         Kekuatan sumber daya manusia
·         Kelemahan sumber daya manusia
·         Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh tokoh panutan
Uraian selengkapnya dapat dilihat dalam uraian berikut
The Tough-Guy , Macho Culture
Budaya organisasi kategori ini pada dasarnya memiliki beberapa unsur yang meliputi

a.       Derajat resiko kegiatan usaha                        
Tinggi
b.      Jenis umpan balik yang diperoleh      
Cepat
c.       Tipe perusahaan                                 
Konstruksi,kosmetik
d.      Perilaku tokoh panutan                                  
- memiliki sikap yang tegas
-sangat individualis
-dapat mentolelir semua atau tidak sama sekali terhadap resiko
-percaya pada hal-hal takhayul
e.       Kekuatan sumber daya manusia        
Dapat menyelesaikan tugas dalam waktu singkat dan beroreientasi pada jumlah yang relatif kecil
f.       Kelemahan SDM
-tidak belajar dari kesalahan sebelumnya ,
-sifat kerja sama diabaikan
-segala sesuatu berorientasi pada jangka pendek
g.      Kebiasaan kebiasaan tokoh panutan
-modis tinggal didaerah elite
-suka olahraga yang perorangan
-senang berinteraksi secara verbal dari satu orang ke orang lain.

daftar pustaka : the Jakarta Consulting Group, Corporate & Organization Culture : the Concept, 531hal.


Sabtu, 08 Juni 2013

Imbalan hukuman dalam organisasi


Definisi imbalan dibagi menjadi dua:
  •       Imbalan intrinsik

Adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyesalan, prestasi, otonomi, dan pertumbuhan.
  •        Imbalan ekstrinsik


Adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut  mencakup uang, status, promosi, dan rasa hormat.
Definisi hukuman.
Adalah pemberian seatu kejadian atau tindakan yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya, hukuman didasarkan atas moral bahwa tindakan yang menyakitkan dan harus dihindarkan.
                ( Edward E.Lawler III, 1977:163-226 )

Dampak imbalan dan hukuman pada kinerja organisasi
Dampak imbalan pada kinerja organisasi:
  • Menarik karyawan atau orang yang berkualitas untuk bergabung dengan organisasi;
  •  Mempertahankan karyawan agar tetap bekerja dengan baik;
  •  Memotifasi karyawan untuk mencapai prestasi yang tinggi.


Dampak hukuman pada kinerja organisasi:
  •   Penentuan waktu

Merupaka n hal yang penting, hukuman dapat dilaksanakan selama timbulnya tanggapan yang perlu di hukum atau beberapa  waktu kemudian dari tanggapan.
  •      Intensitas

Hukman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak disukai itu relatif kuat, maksudnya bahwa hukuman tersebut dapat menghalangi perilaku yang umumnya disukai karena tindakan tersebut terlalu keras.
  •    Penjadwalan

Hukuman tergantung dari penjadwalan, maksudnya bahwa hukuman menjadi efektif bila dilaksanakan berdasarkan jadwal berlanjut.
  •   Kejelasan alasan

Memberikan secara pasti tentang hal hal apa yang tidak boleh dilakukan kepada orang yang bersangkutan.
  •   Tidak bersifat pribadi

Hukuman harus ditunjukan pada suatu tanggapan khusus, hukuman ini kemungkinannya kecil bahwa orang yang dihukum mengalami dampak emosionil sampingan yang tidak diharapkan atau timbul kerenggangan hubungan permanen dengan manager.
                ( E.L. Thorndike, 1883:39 )

Jumat, 03 Mei 2013

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


DEFINISI
                Pengambilan keputusan sebagai bagian kunci kegiatan manajer, merupakan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih dimana hal ini mencerminkan alternatif tindakan terbaik bagi penyelesaian masalah.
(Herbert A. Simon, Harper & row Publisher,Inc., New York, 1960)
                Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai pemilihan di antara berbagai aternatif mencakup pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Pengambilan keputusan berkaitan erat dengan semua fungsi-fungsi manajemen tradisional. Pengambilan keputusan dalam organisasi sepenuhnya merupakan penerapan teknik-teknik untuk penyempitan pilihan.
(Chester I. Barnard, OP.Cit.,)
JENIS-JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
                Jenis-jenis pengambilan keputusan, sarana hasil akhir (means – ends) adalah definisi rasionalitas yang paling sering digunakan dalam pengambilan keputusan. Bila sarana-sarana / peralatan dipilih secara tepat untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan, keputusan dikatakan rasional.
·         Keputusan rasional objektif        : keputusan dapat memaksimumkan nilai tertentu dalam situasi tertentu;
·         Keputusan rasional subyektif     : keputusan memaksimumkan perolehan relative pengetahuan akan subjektif tertentu;
·         Keputusan rasional sadar             : keputusan dimana berbagai penyesuaian sarana terhadap hasil akhir merupakan proses yang dilakukan dengan sadar;
·         Keputusan rasional sengaja         : penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu / organisasi.
(Ibid)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
                Masalah-masalah yang muncul dalam pengambilan keputusan biasa terjadi di organisasi modern yaitu kreativitas, motivasi, dan penerimaan. Sehingga manajer harus memerlukan teknik-teknik dan bukan hanya perhitungan, teknik kuantitatif meskipun mungkin memberikan derajat rasionalisasi dan bantuan tertentu kepada pembuat keputusan akan menyebabkan hasil yang tidak efektif dan/atau salah arah.
Teknik-teknik pengambilan keputusan :
1.       Teknik Kreatif
Pendekatan mencoba untuk memanfaatkan semua hal yang tersedia untuk membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif. Empat pedoman sebagai alat bantu stimulasi kreativitas :
·         Hambatan psikologis seperti rintangan, budaya, dan persepsual;
·         Kestabilan atribut-atribut;
·         Penemuan yang tidak disengaja;
·         Computer yang menjadi perangkap otak dalam proses kreativitas.

2.       Teknik Brainstormings
Teknik yang dikembangkan Alex F. Osborn membantu memacu gagasan-gagasan kreatif dalam bidang periklanan. Teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreativitas maksimum dari kelompok. Gagasan yang dilontarkan bias disebut “liar” dan tidak praktis.

3.       Teknik Synectics
Teknik yang dikembangkan William J. Gordon mempunyai nilai potensial lebih besar sebagai teknik kreatif.
Teknik ini mencakup dua tahap dasar :
·         Membuat yang aneh menjadi lazim;
·         Membuat yang lazim menjadi aneh.
Untuk mengimplementasikan synectics membutuhkan seleksi hati-hati terhadap kemampuan personalia teknik ini membutuhkan waktu lama dan juga modal.

Komunikasi dalam Organisasi


DEFINISI
Dapat dipandang dari berbagai prespektif tergantung latar belakang dan kepentingan para peneliti,elemen elemen dan karateristik yang ditekankan dalam pembahasan yang bervariasi organisasi menyangkut penginterasian dan penyusunan kegiatan.kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan           Organisasi tanpa komunikasi / struktur kepempimpinan/aturan akan menjadi kumpulan orang orang dan mesin mesin yang tidak teratur , maka dari itu komunikasi dibutuhka sebagai contoh yaitu kepempimpinan yang guna untuk memotivasi dan mendorong setiap anggota untuk mencapai suatu tujuan yang antusias dengan penelitian,pengorganisasian serta perencanaan yang matang dan terarah (keith davis,mcgraw-hill,newyork,1952
JENIS-JENIS PROSES ORGANISASI
Jeis proses/model stuktur  organisasi merupakan  perwujudan yang menunjukan hbungan diantara fungsi fungsi dalam suatu organisasi serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota yang menjalankan tugas , model struktur yang dikenal sebagai berikut:
1.)    Model Tradisional
Bentuk umum model tradisional seperti piramida dengan tingkatan-tingkatan seperti karyawan operasinal yang berada dibagian paling bawah serta ditingkat atasnya /managemen lini pertama ada pengawas dan supervisor lalu ditingkat berikutnya/managemen menengah ada kepala bagian dan manager fungsional/divisi kemudian ditingkat paling atas / managemen puncak ada manager umum dan direktur .
Bentuk modal struktur tradisional ini berbeda dengan perusahaan padat karya ataupun padat modal sebab semua hasil keputusan berada pada kekuasaan bagian paling tinggi namun procedure lainnya sesuai dengan organisasi /modal lan . keuntungan model tradisional yaitu keuangan stabil dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya dapat diperkirakan
2.)    Model Hubungan Manusiawi
Model ini tidak mengalami perubahan mendasar dalam struktur formalnya dibandingkan model tradisional . model hubunga manusiawi diterima konsep spesialisasi,rutinisasi,dan pemisahan perencanaan dari pelaksanaan sebagai karakteristik utama organisasi yang efektif
Model manusiawi mengandung perhatian managemen akan adanya”struktur formal” yang ada diseluruh elemen elemen organisasi yang dianggap berasal dari status,bentuk bentuk ikatan dan hubunga hubungan terlepas dari penjabaran deskripsi posisi formal serta kebutuhan-kebutuhan social mereka mendesak system menjadi konstan
Model ini mengusulkan berbgai macam penyesuaian,teknik teknik dan perilaku perilaku struktur ‘offline’
a.)    model hubungan manusiawi memberikan wewenangmanajer untuk mempergunakan kemampuan kepempinannya mengurangi friksi friksi diantara orang orang dan jabatan jabatan mereka dalam berorganisasi
b.)    memanfaatkan organisasi informal dalam departemennya yang menunjukan bahwa ia memberikan tanggapan mendukung dan tidak menentang manager disarankan untuk mengenal dan menaruh kepercayaan serta memanfaatkan komunikasi
c.)     teknik yang biasanya dibawah kewenangan departemen personalia yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota organisasi .dalam artian kesempatan para anggota untuk berpartisipasi dengan jalan organisasi . peningkatan fleksibilitas untuk mengurangi konflik dan mengendurkan ketegangan

3.)    Sumber Daya Manusia
Model ini abstrak namun jelas , model ini berpendapat bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari pengarahan dan pengendalian diri yang lebih kreatif dari pada pekerjaan mereka sekarang .konsep model ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik didalam maupun diantara posisi . posisi yang berinteraksi yang mengharuskan organisasi mempunyai :
a.)    suatu tujuan  yang  sudah disepakati bersama;
b.)    jalur untuk memperoleh sumber informasi yang relevan;
c.)     kemempuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi dengan keputusan tujuan yang efisien.
‘Fungsi anggota adalah sepenuhnya’.
(Rensis Likert , McGraw-Hill,New York,1967)
IMPLIKASI MANAGERIAL
Pengaruh organisasi informal pada organisasi formal , secara tradisional manager memandang organisasi informal sebagai pengganggu organisasi formal namun pendapat itu tidak benar sepenuhnya
Manfaat organisasi informal secara garis besar
1.)    dukungan terhadap tujuan organisasi
2.)    alat komunikasi tambahan
3.)    alat pemuas kebutuhan social
4.)    membantu manajer yang kurang mampu
Disfunction/peran salah organisasi informal
1.)    desas desus;
2.)    penolakan terhadap perubahan;
3.)    penyesuaian terhadap kelompok.
Manager akan melakukan hal sia sia bila dia menolak dan menghapuskan organisasi informal karena ini akan menimbulkan konflik yang terus menerus , jadi organisasi informal bukan dimaksudkan untuk berperan dominan dalam suatu organisasi tetapi yang penting bagi manajer adalah mengusahakan agar organisasi informal dan formal dapat bekerja sama . organisasi formal lebih memusatkan perhatian pada upaya untuk memelihara kesatuan agar tercapai tujuan organisasi dan organisasi informal memberikan kepaduan , kerja sama dan kepuasan social bagi para anggota organisasi.